Jutaan Rakyat Iran Melayat Ayatollah Ali Khamenei, Trump: Terkejut, Saya Pikir Orang-orang Membencinya
FORUM KEADILAN – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengaku terkejut melihat jutaan pelayat hadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu.
Dalam wawancara singkatnya bersama dengan Axios, pada Sabtu, 4/7, Trump mengakui kaget karena masih banyak warga Iran yang mendukung Khamenei.
Ia selama ini beranggaan Khamenei tidak lagi mendapat dukungan luas dari rakyat Iran.
“Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya (Khamenei),” tuturnya.
Tanda-tanda kemarahan atas kematian Khamenei sudah terlihat pada hari pertama prosesi pemakaman Khamenei pada Sabtu.
Media pemerintah Iran menayangkan wawancara dengan seorang politikus yang mengatakan dalam sebuah acara televise bahwa “slogan utama” para pelayat adalah seruan untuk menutut balas darah.”
Diketahui, di pusat ibu kota Teheran, tempat jenaah Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang ikut tewas disemayamkan, puluhan ribu orang terus berdatangan ke tempat ini untuk memberikan penghormatan. Tidak sedikit juga orang-orang menangis sambil melihat peti jenazah Khamenei dari kejauhan.
Emosi masyarakat yang masih sangat tinggi hingga menggaungkan slogan-slogan anti-Amerika “Mati untuk Amerika” dan “Mati untuk Israel”.
Dilansir Al Jazeera yang mewawancarai sejumlah orang, mereka menegaskan bahwa pembuhan Khamenei harus dibales.
Tetapi, Trump malah mengolok-olok momen duka warga Iran tersebut dengan menganggap hal tersebut dengan sandiwara.
“Mungkin itu air mata palsu,” katanya setelah melihat cuplikan berita para pelayat menangis dalam prosesi pemakaman.
Trump juga mengancam bahwa AS bisa saja menghabisi rezim Iran dengan satu serangan ke lokasi pemakaman Khamenei.
Karena, berbagai pejabat tinggi hingga tiga anak Khamenei terlihat hadir dalam prosesi salat jenazah hari ini kecuali mojtaba Khamenei yang saat ini menggantikan posisi ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Salah satu alasan Mojtaba Khamenei tidak hadir pemakaman sang ayah adalah faktor keamanan. Ia terus menjadi target Israel-AS usai mengagntikan posisi sang ayah. *
