Selasa, 07 Juli 2026
Menu

Indonesia-India Sepakat Kerja Sama di Bidang Energi Hingga Pertukaran Teknologi Nuklir

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India, Narendara Modi, sepakat memperkuat kerja sama di bidang energi, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pertukaran teknologi nuklir, hingga kolaborasi teknologi digital dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 7/7/2026.| YouTube Sekretaiat Presiden
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India, Narendara Modi, sepakat memperkuat kerja sama di bidang energi, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pertukaran teknologi nuklir, hingga kolaborasi teknologi digital dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 7/7/2026.| YouTube Sekretaiat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, sepakat memperkuat kerja sama di bidang energi, termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pertukaran teknologi nuklir, hingga kolaborasi teknologi digital dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta.

“Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, juga saling tukar teknologi dan kapasitas di bidang teknologi nuklir,” ujar Prabowo dalam pernyataan bersama usai pertemuan, Selasa, 7/7/2026.

Prabowo mengatakan bahwa kedua negara juga berkomitmen memperluas kerja sama di sektor kesehatan, termasuk peningkatan kapasitas dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.

“Ke depan, kami juga berkomitmen untuk memperdalam kerja sama di bidang kesehatan serta berharap dapat memperluas kesempatan meningkatkan kapasitas bagi dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya,” tuturnya.

Ia meyakini berbagai kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kenegaraan Modi dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

“Kami yakin kesepakatan-kesepakatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujarnya.

Sementara itu, Modi menjelaskan abad ke-21 adalah era yang digerakkan oleh kemajuan teknologi. Menurutnya, Indonesia dan India sama-sama mempunyai populasi muda yang besar sehingga kerja sama di bidang teknologi menjadi salah satu fokus utama kedua negara.

“Hari ini kami menandatangani kesepakatan penting untuk meningkatkan kerja sama teknologi bagi generasi muda di bidang kecerdasan buatan (AI), telekomunikasi, dan Digital Public Infrastructure (DPI). Kami juga sepakat memperdalam kerja sama startup antara kedua negara,” terang Modi.

Selain teknologi digital, Modi mengatakan bahwa kedua negara juga memperkuat kolaborasi di sektor antariksa yang selama ini sudah terjalin selama puluhan tahun.

“Untuk melanjutkan kerja sama tersebut, hari ini kami mengambil sejumlah keputusan penting terkait riset bersama, berbagi teknologi, dan peningkatan kapasitas di sektor antariksa,” sambutnya.

Modi mengatakan di sektor industri, Indonesia dan India juga menyepakati penguatan ketahan rantai pasok komoditas strategis, khususnya mineral kritis dan baja.

Menurutnya, perusahaan dari kedua negara akan memulai kemitraan baru dalam pengembangan industri baja tahan karat (stainless steel) dan magnet tanah jarang (rare earth magnets).

“Kami juga mencapai kesepakatan penting untuk memperkuat rantai pasok di sektor mineral kritis dan baja. Kemitraan baru antara perusahaan-perusahaan kedua negara juga akan dimulai dalam pengembangan baja tahan karat dan magnet tanah jarang,” kata Modi.

Ia mengatakan berbagai kerja sama itu diharapkan menjadi fondasi bagi hubungan Indonesia dan India di masa depan.

“Saya yakin bersama-sama kita dapat mewujudkan visi Indonesia Emas dan Viksit Bharat atau India Maju,” tuturnya.

Sebelum kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menyatakan kedua negara menargetkan penyelesaian sejumlah nota kesepahaman (MoU), antara lain di bidang kesehatan, antariksa, farmasi, dan ketahanan pangan.

Chakravorty juga mengatakan kedua pemerintah berharap dapat merampungkan sejumlah kesepakatan terkait sistem rudal BrahMos, yang sebelumnya sudah disepakati Indonesia sebagai bagian dari Program modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Selain kerja sama pertahanan, pembahasan juga mencakup penguatan kesadaran maritime dan juga upaya pemberantasan pembajakan. *