Iran Izinkan 24 Kapal Melewati Selat Hormuz
FORUM KEADILAN – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan sudah mengizinkan 24 kapal kargo dan tanker keluar melewati Selat Hormuz sejak Senin, 1/6/2026.
Kantor berita Iran WANA melaporkan kapal-kapal tersebut diperbolehkan lewat Selat Hormuz usai mendapatkan izin dan di bawah koordinasi hingga ketentuan keamanan Angkatan Laut IRGC.
Di samping itu, New York Post melaporkan sedikitnya 300 kapal mendaftar ke IRGC dan Otoritas Selat Teluk Persia (The Persian Gulf Strait Authority/PGSA) agar mendapatkan izin melewati Selat Hormuz.
PGSA mengatakan kepada media dari AS tersebut, mayoritas kapal yang mengajukan permohonan adalah kapal tanker minyak. Setidaknya terdapat 77 persen dari pemohon ingin keluar dari Teluk Persia untuk mencapai Asia, khususnya Cina dan India, dua pembeli bahan bakar terbesar di Timur Tengah.
Berada di bawah sanksi AS, PGSA mencatat bahwa izin itu tidak akan diberikan kepada “negara-negara musuh.” Istilah yang digunakan untuk menggambarkan Amerika dan Israel, hingga sekutu mereka.
“Sesuai dengan kebijakan yang dinyatakan oleh Republik Islam Iran, PGSA tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan izin bagi kapal-kapal dari negara-negara musuh untuk melewati jalur tersebut, dan dalam kondisi pembatasan yang timbul akibat perang, PGSA memprioritaskan jalur bagi kapal-kapal yang terkait dengan pemerintah yang bersekutu (dengan Iran),” demikian pernyataan otoritas tersebut.
PGSA tidak menyebutkan berapa biaya yang akan dikenakan kepada setiap kapal untuk melewati Selat Hormuz. Laporan sebelumnya pun menyebutkan bahwa kapal tanker minyak dapat membayar hingga US$2 juta kepada Pemerintah Iran.
Di sisi lain, pihak AS menginstruksikan kapal-kapal untuk tidak membayar dengan biaya selangit yang dikenakan Iran, usai Menteri Keuangan Scott Bessent memberikan sanksi kepada PGSA pekan lalu.
“Upaya terbaru militer Iran untuk memeras perdagangan maritim global adalah bukti bahwa Kemarahan Ekonomi telah membuat rezim tersebut putus asa akan uang tunai,” kata Bessent, menambahkan bahwa siapa pun yang memberikan uang kepada IRGC akan menghadapi sanksi dari AS.
Walaupun demikian, banyak kapal-kapal yang ingin keluar melewati Selat Hormuz memilih mendaftar ke IRGC dan PGSA agar dapat lewat walaupun telah diingatkan AS akan dikenai sanksi.
Angkatan Laut IRGC pun menyatakan kontrol cerdas atas Selat Hormuz tengah dilaksanakan dengan wewenang penuh dan menegaskan bahwa aktor asing yang jahat tidak akan memiliki tempat di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Sebagai informasi, Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC mengumumkan sebanyak 28 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz yang strategis pada 31 Mei 2026, usai memperoleh otorisasi dan koordinasi yang diperlukan.
Angkatan Laut IRGC Iran juga sudah mengumumkan bahwa 20 kapal diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz yang strategis pada 30 Mei 2026, usai berkoordinasi dengan pasukan IRGC dan otoritas maritim Iran yang terkait. *
