Kronologi Kemenhub-KNKT Soal Kecelakaan KA Argo Bromo-KRL
FORUM KEADILAN – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan kronologi lengkap kecelakaan maut yang melibatkan kereta api jarak jauh Argo Bromo dan gerbong wanita kereta rel listrik (KRL) di dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu.
Kecelakaan kereta di Bekasi Timur tersebut sudah menewaskan 16 orang dan lebih dari 80 orang luka-luka.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa kronologi itu melalui ilustrasi dalam rapat kerja di Komisi V DPR, Kamis, 21/5/2026.
Dudy membenarkan insiden kecelakaan tersebut dipicu oleh temperan antara KRL Cikarang-Jakarta dengan sebuah mobil taksi listrik. Akibatnya, temperan tersebut memicu kerumunan dan menghentikan kereta lain sehingga memicu kecelakaan.
“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” ujar dia dalam rapat.
Dudy menjelaskan, KA Commuter Line 5568A (Jakarta-Cikarang) tiba pukul 20.34 WIB, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi, satu stasiun sebelum Stasiun Bekasi Timur.
Satu menit kemudian, Kereta 116B Sawunggalih tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.35 WIB terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta api Sawunggalih berhenti dua menit di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang dan berangkat pukul 20.37 WIB.
“Sawunggalih diberangkatkan 20.37 dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39. Sebuah taksi mogok di tengah rel,” katanya.
Dua menit kemudian, Sawunggalih tiba di Stasiun Bekasi Timur pada 20.39 WIB. Tetapi, di waktu yang sama, KA 5181B (Cikarang-Jakarta) yang melintas pukul 20.48 WIB menabrak taksi mogok. Kejadian itu menimbulkan kerumunan warga yang melihat peristiwa temperan.
Sementara, KA 5568A Jakarta-Cikarang yang sudah terlambat 8 menit dari Stasiun Bekasi, melanjutkan perjalanan dan diberangkatkan pada pukul 20.45 WIB.
Lalu pada 20.49 WIB, KA 5568A sampai di Stasiun Bekasi Timur. KRL tersebut sudah terlambat 9 menit. Menurutnya, kereta tersebut sempat berangkat tetapi terhenti kerukunan akibat temperan KA 5181B.
Dan di waktu yang sama, KA jarak jauh Argo Bromo melintas Stasiun Bekasi pukul 20.51 WIB, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam. Kemudian tabrakan dengan KA5568A terjadi pada pukul 20.52 WIB.
Menurut KNKT, jeda tabrakan antara KA 5181B (Jakarta-Cikarang) dengan taksi, dan KA5568A dengan KA Argo Bromo kurang dari empat menit atau 3 menit 43 detik.
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan pada awalnya, pukul 20.33 WIB, KA 5568 Commuter Line masuk dan berhenti di jalur 6 Stasiun Bekasi.
Pada pukul 20.34 sampai pukul 20.38, KA Sawunggalih masuk dan berhenti di jalur 3 Stasiun Bekasi untuk proses naik turun penumpang.
Kemudian pukul 20.45 WIB, KA 5568 Commuter Line berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Lalu pukul 20.48 WIB, KA 5568 proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur jalur 1.
Di jalur lain, terjadi tabrakan antara KA Commuter lain dengan taksi. Usai proses naik turun penumpang, KA 5568 berjalan pendek sekitar 1,69 meter. Oleh karena itu berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu.
Dan di belakang, sekitar pukul 20:50:43 WIB, KA Bromo Anggrek berjalan langsung di jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12, ber-aspek hijau atau berwarna hijau.
2 Menit setelahnya, KA Bromo Anggrek menabrak KA 5568 yang berhenti tersebut.
Menurut, masinis KA Argo Bromo sempat mengerem laju keretanya dari jarak 1,3 kilometer sebelum menabrak. Tetapi, jarak tersebut tidak cukup untuk menghentikan insiden tabrakan.
“Sebetulnya masinis, saya ingin menceritakan masinis itu sudah mulai ngerem di 1,3 kilometer sebelum lokasi tabrakan, Pak,” katanya. *
