Rabu, 20 Mei 2026
Menu

Menlu Pastikan Pemerintah Terus Pantau WNI Relawan Gaza yang Ditahan Israel

Redaksi
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan perkembangan terbaru terkait warga negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan yang ditahan tentara Israel saat mengikuti pelayaran menuju Jalur Gaza dalam misi Global Freedom Flotilla.

Sugiono mengatakan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kondisi para WNI tersebut. Upaya itu dilakukan melalui perwakilan Indonesia di Yordania dan Turki mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.

“Jadi kita sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman di Kementerian Luar Negeri di Jordan dan Turki untuk memastikan kondisi dari rekan-rekan kita yang di-intercept dan ditahan oleh Israel,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026.

Ia mengakui, hingga saat ini informasi mengenai kondisi para relawan masih terbatas karena sulitnya akses komunikasi dengan pihak yang ditahan.

“Sejauh ini informasi yang kita terima itu masih sulit karena komunikasi yang terbatas,” ujarnya.

Meski begitu, Sugiono menyampaikan apresiasi terhadap semangat para relawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, aksi mereka mencerminkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat Palestina, khususnya di Jalur Gaza.

“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Freedom Flotilla karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya,” katanya.

Pemerintah Indonesia, kata Sugiono, juga terus berkoordinasi dengan negara-negara lain yang warganya mengalami penahanan serupa oleh Israel. Langkah itu dilakukan untuk mempermudah proses pemantauan dan upaya pembebasan para relawan.

“Kita berharap kondisi mereka baik-baik saja. Kami juga terus melakukan upaya koordinasi karena kita tidak punya hubungan langsung. Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya, kemudian dari teman-teman yang ada di Jordan dan Turki,” jelasnya.

Sugiono berharap para WNI tersebut dapat segera kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat dan selamat.

“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik saja dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari