Iran Nyatakan Terbuka Dukungan Dari Cina
FORUM KEADILAN – Iran menyatakan terbuka terhadap segala bentuk dukungan, termasuk dari Cina, dalam membantu menyelesaikan peperangan dengan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Hal tersebut diutarakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, merespons pemberitaan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing yang salah satunya membahas situasi di Timur Tengah termasuk Selat Hormuz.
“Kami menghargai negara mana pun yang memiliki kemampuan untuk membantu, terutama China,” katanya kepada para wartawan di ibu kota India saat ia menghadiri pertemuan negara BRICS, Jumat, 15/5/2026.
“Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Cina, kami adalah mitra strategis satu sama lain, dan kami tahu bahwa Cina memiliki niat baik. Karena itu, apa pun yang bisa mereka lakukan untuk membantu jalur diplomasi akan disambut oleh Republik Islam,” lanjutnya.
Araghchi mengungkapkan rasa ketidakpercayaan Iran terhadap AS, termasuk dalam mengupayakan perundingan damai dengan Washington.
Secara terang-terangan, Araghchi membeberkan masalah utama Iran dalam proses perundingan dengan AS adalah “ketidakpercayaan” terhadap niat Donald Trump.
“Kami meragukan keseriusan mereka (AS). Namun begitu kami merasa mereka benar-benar serius dan siap mencapai kesepakatan yang adil serta seimbang, kami tentu akan melanjutkan proses negosiasi,” katanya kepada wartawan.
Setelah merampungkan kunjungan dua harinya di Beijing, Cina, Trump mengungkapkan kalau Xi Jinping menawarkan Cina untuk membantu membuka Selat Hormuz, yang saat ini masih diblokade Iran akibat perangnya dengan AS sejak 28 Februari lalu.
“Ia ingin melihat Selat Hormuz kembali terbuka dan mengatakan, ‘Jika saya bisa membantu dalam bentuk apa pun, saya ingin membantu,'” kata Trump dalam wawancaranya.
Trump pun mengklaim Xi Jinping untuk menjamin bahwa Cina tidak akan mengirim peralatan militer untuk membantu Iran dalam perang melawan AS-Israel.
“Ia mengatakan tidak akan memberikan peralatan militer… ia menyampaikannya dengan sangat tegas,” ujar Trump.
Tetapi, belum ada konfirmasi dari Beijing terkait pernyataan Xi Jinping tersebut. *
