Jumat, 17 April 2026
Menu

Nasihat Jimly ke Hakim MK: Cukup Sekali Ucapkan Terima Kasih ke Lembaga Pengusul

Redaksi
Prof. Jimly Ashiddiqie saat memberikan sambutan di acara peluncuran buku "Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman" di Aula Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat, 17/4/2026 | Syahrul Bihaqi/Forum Keadilan
Prof. Jimly Ashiddiqie saat memberikan sambutan di acara peluncuran buku "Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman" di Aula Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat, 17/4/2026 | Syahrul Bihaqi/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama Prof Jimly Asshiddiqie memberikan nasihat kepada Hakim MK agar hanya sekali saja mengucapkan rasa terima kasihnya kepada lembaga pengusul. Hal ini demi menjamin kemerdekaan kekuasaan kehakiman di Indonesia.

Nasihat itu ia berikan saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku bertajuk “Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman” sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang ke-70 di Aula Gedung MK, Jakarta, Jumat, 17/4/2026.

“Ini dipilih ‘oleh’, bukan dipilih ‘dari’. Maka kalau DPR memilih tiga orang, itu bukan dari DPR dipersepsi seakan-akan, ‘Eh, ini wakil dari DPR.’ Mahkamah Agung, ‘Oh, ini wakil dari Mahkamah Agung.’ Presiden, ‘Oh, ini mewakili kepentingan Presiden,’” ujar Jimly.

Sebagai catatan, sembilan hakim MK diusulkan oleh tiga lembaga pengusul, yaitu DPR, Presiden, dan Mahkamah Agung, yang masing-masing mengajukan tiga nama hakim.

Menurut Jimly, pandangan sembilan Hakim MK berasal dari tiga lembaga tersebut keliru karena dapat mengganggu independensi hakim. Ia mengatakan, lembaga tersebut hanya memiliki fungsi dalam menyeleksi hakim.

“Presiden, DPR, dan Mahkamah itu hanya yang memilih dengan mekanisme yang diatur untuk memastikan bahwa Mahkamah Konstitusi sungguh-sungguh di tengah dia,” katanya.

Setelahnya, ia memberikan nasihat kepada Hakim Konstitusi yang terpilih agar tidak berlebihan dalam mengucapkan rasa terima kasih karena telah dipilih sebagai hakim dari lembaga pengusul tersebut.

“Mudah-mudahan bapak-bapak yang dari DPR ya tentu kan harus terima kasih dong kepada teman-teman yang memilih, ya kan? Tapi cukuplah terima kasihnya sekali saja,” katanya.

“Juga yang dari Mahkamah Agung, ya terima kasih dong sama Pak Sunarto, sama tim, tapi tolonglah terima kasih sekali saja. Begitu juga yang diangkat oleh Presiden. Terima kasih itu harus, cuma tolong sekali saja. Jangan terus-menerus dipelihara,” pungkas Jimly.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi