Selasa, 02 Juni 2026
Menu

PROFICIENT 2026 Resmi Digelar Perbanas Institute, Hadirkan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pembicara Utama

Redaksi
Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., sebagai keynote speaker dalam konferensi internasional The 4th Perbanas Conference on Economics, Business, Management, Accounting, and IT (PROFICIENT) 2026. | Dok Ist
Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., sebagai keynote speaker dalam konferensi internasional The 4th Perbanas Conference on Economics, Business, Management, Accounting, and IT (PROFICIENT) 2026. | Dok Ist
Bagikan:

FORUM KEADILANPerbanas Institute sukses menyelenggarakan The 4th Perbanas Conference on Economics, Business, Management, Accounting, and IT (PROFICIENT) 2026, konferensi internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, regulator, serta pelaku industri untuk membahas berbagai isu strategis di bidang ekonomi, bisnis, keuangan, manajemen, dan teknologi informasi.

Kegiatan yang diselenggarakan di Kampus Perbanas Institute Jakarta ini mengusung tema “Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development.”

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec., menyampaikan bahwa penyelenggaraan PROFICIENT 2026 merupakan bagian dari komitmen Perbanas Institute dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik, industri, dan regulator untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Tema kegiatan ini dipilih karena kami menyadari bahwa di tengah pesatnya perubahan global, sinergi antara integritas, inovasi, dan transformasi digital akan menjadi faktor utama yang membentuk praktik keuangan yang lebih baik, mendorong evolusi digital, serta menjaga standar etika dalam dunia bisnis. Saat ini, kita dihadapkan pada berbagai tantangan global yang sangat kompleks, terutama perubahan iklim,” ujar Prof Hermanto

“Berbagai kesepakatan internasional yang bertujuan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) menuntut hadirnya inovasi-inovasi terobosan. Inovasi tersebut pada akhirnya melahirkan model bisnis baru yang lebih stabil dan adaptif. Seiring dengan perkembangan tersebut, berbagai skema pembiayaan baru pun terus bermunculan dan berkembang,” lanjutnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, PROFICIENT 2026 menghadirkan Presiden ke-6 Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., sebagai keynote speaker.

Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, khususnya bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu terus memperkuat kontribusinya dalam arena global. Namun, upaya tersebut hanya akan efektif apabila didukung oleh kolaborasi global yang adil dan setara. Prinsip ini tetap relevan hingga saat ini. Jika pembangunan berkelanjutan menjadi tujuan bersama yang ingin dicapai, maka kita harus memahami dan memperkuat fondasinya” jelas Susilo Bambang Yudhoyono.

Susilo Bambang Yudhoyono juga menegaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang harus berjalan secara selaras dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Ada tiga pilar utama yang harus bekerja secara sinergis, yakni kebijakan, praktik, dan finansial,” tambahnya.

PROFICIENT 2026 juga turut menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan regulator, praktisi industri, dan akademisi internasional antara lain Anggito Abimanyu selaku Chairman of the Board of Commissioners Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Dian Ediana Rae selaku Chief Executive of Banking Supervision Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Y.B. Hariantono selaku Director of Operations & Information Technology PT Bank Mega Tbk, dan Prof. Veronica Almase selaku Director Polytechnic University of the Philippines (PUP).

Diskusi panel ini dipandu oleh Dr. Mardiana Purwaningsih, M.Kom. sebagai moderator.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan dan pengalaman, PROFICIENT 2026 juga mencatat antusiasme yang tinggi dari kalangan akademisi dan peneliti. 

Hal ini dapat dilihat dari terkumpulnya 140 makalah ilmiah (papers) melalui program call for papers yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian konferensi. *