Jumat, 17 April 2026
Menu

Kelakar Ketua MK Usai Disindir “Stunting”:  Bagi Saya MBG Penting

Redaksi
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo di Aula Gedung MK, Jakarta, Jumat, 17/4/2026 | YouTube Mahkamah Konstitusi
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo di Aula Gedung MK, Jakarta, Jumat, 17/4/2026 | YouTube Mahkamah Konstitusi
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo melontarkan candaan ketika dirinya disindir mengalami stunting oleh Prof Jimly Asshiddiqie. Ia mengatakan, jika dirinya mengalami gizi buruk, maka menurutnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) cukup penting.

Candaan itu disampaikan saat dirinya memberikan sambutan dalam acara peluncuran buku bertajuk “Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman” sekaligus merayakan hari ulang tahun ke-70 Ketua MK pertama Jimly Asshiddiqie di Aula Gedung MK, Jakarta, Jumat, 17/4/2026.

Mulanya, Suhartoyo mengatakan bahwa dirinya disindir sebagai ketua paling “kucel” di antara pimpinan kementerian dan lembaga lain oleh Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih.

Setelahnya, ia juga disindir mengalami stunting oleh Prof Jimly karena membandingkan tinggi badan hakim konstitusi yang baru, Liliek Prisbawono Adi dengannya.

“Tadi baru saja Prof Jimly ketika bertanya ke Pak Lilik, ‘Itu hakim Pak Lilik yang baru ya? Iya,’ kata beliau. ‘Wih tinggi orangnya ya. Enggak seperti ketua ini, stunting’ katanya. Wih saya dibilang stunting sama Prof Jimly,” kata Suhartoyo disambut gelak tawa.

Ia lantas mengaitkan dengan adanya sejumlah permohonan perkara pengujian undang-undang terkait program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang saat ini masih bergulir di MK.

Lebih lanjut, Suhartoyo berkelakar, jika dirinya benar mengalami stunting, maka program makan bergizi gratis menjadi penting baginya.

“Nah artinya kalau saya bener stunting, hari ini banyak pengujian undang-undang tentang MBG Prof, apa saya nanti harus izin MKMK untuk menggunakan hak ingkar saya?” katanya.

“Karena bagi saya MBG penting. Kalau saya bener stunting kan,” tambahnya.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi