Rabu, 15 April 2026
Menu

Pertemuan Prabowo-Putin Hasilkan Kesepakatan Kerja Sama Sektor Energi hingga Antariksa

Redaksi
Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin, 13/4/2026. |Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin, 13/4/2026. |Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden RI Prabowo Subianto sudah selesai bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskwa, pada Senin, 13/4/2026.

Putin pun langsung menyampaikan apresiasi atas kunjungan Prabowo ke Moskow.

“Pertama-tama, izinkanlah menyampaikan terima kasih banyak paling tulus atas Yang Mulia sempat menerima undangan kami dan berkunjung ke Moskow,” kata Putin.

Prabowo juga turut menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan, terutama Putin masih menyempatkan diri untuk bertemu dengannya.

“Di tengah kesibukan Yang Mulia, Yang Mulia bisa terima saya. Saya sangat terima kasih,” sambungnya.

Setelah pertemuan, agenda dilanjutkan dengan pertemuan terbatas dengan format tête-à-tête yang dikemas dalam jamuan santap siang di Blue Hall, Istana Kremlin.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia sudah terjalin selama 78 tahun sejak dibuka secara resmi pada tahun 1950.

Kedua negara selama lebih dari tujuh dekade, terus memelihara hubungan yang dilandasi prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama.

Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra penting dan strategis yang mempunyai arti signifikan baik secara geopolitik maupun geoekonomi.

Indonesia sendiri adalah salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia Pasifik, khususnya di lingkup ASEAN.

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa kedua negara menyepakati sejumlah poin penting kerja sama strategis, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral yang menjadi prioritas jangka panjang kedua negara.

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy dalam keterangan Sekretariat Presiden, Selasa, 14/4/2026.

Selain sektor energi, kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan memperluas kerja sama di berbagai bidang lainnya, yang dinilai mempunyai dampak langsung terhadap pembangunan nasional.

“Keberlanjutan beberapa kerja sama di bidang pendidikan riset teknologi, bidang pertanian, dan bidang investasi di berbagai sektor terutama pembangunan industri di Indonesia,” katanya.

Teddy menegaskan bahwa Rusia mempunyai posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia semakin menjadi relevan dan penting.

Rusia adalah salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar, yang dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang.

“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” tuturnya.

Putin juga mengajak Prabowo bekerja sama di berbagai bidang, mulai dari militer hingga antariksa. Ia mengatakan Indonesia dan Rusia selalu mengutamakan bidang-bidang yang adalah bidang kunci kerja sama bersama.

“Sering sudah kita bahas bagaimana peluang untuk mengembangkan kerja sama di bidang tersebut. Antara lain kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasilan industri, serta di bidang farmasi,” jelasnya.

“Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang militer, antara lain di bidang pendidikan,” tambahnya.

Menurutnya, Kementerian Luar Negeri kedua negara sudah bekerja sama dengan sangat erat.

Putin menyebut Indonesia dan Rusia sudah berinteraksi dengan sangat baik di berbagai forum internasional.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita, kita bisa bicara mengenai kerja sama Uni Economic Euroasian,” tuturnya.

Di samping itu, Prabowo mengungkapkan bahwa ia datang ke Kremlin untuk berkonsultasi dengan Vladimir Putin terkait situasi geopolitik dunia.

Prabowo mengatakan bahwa situasi geopolitik mengalami perubahan yang sangat cepat.

“Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat,” jelas Prabowo.

Prabowo menyebut bahwa Rusia berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian.

Oleh Karena itu, Prabowo mengaku merasa perlu berkonsultasi dengan Putin.

“Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” tambahnya.

“Karena itu, kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan. Dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” tegas Prabowo. *