Andre Rosiade Cabut Laporan Tudingan Mafia Bola di Bareskrim, Sebut Hanya Ingin Beri Pelajaran
FORUM KEADILAN – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jumat, 8/8/2025 pagi. Kehadiran Andre kali ini bukan untuk membuat laporan baru, melainkan mencabut laporan pencemaran nama baik atau fitnah yang menuduh dirinya sebagai mafia sepak bola.
Andre mengungkapkan, laporan tersebut dibuat beberapa bulan lalu, tepatnya di akhir musim kompetisi Liga 1. Saat itu, dua akun media sosial, masing-masing akun Instagram Kita Bonek dan akun TikTok Danoe Kreatif Studio, memposting tuduhan yang menurutnya tidak benar dan merugikan nama baiknya.
“Beberapa bulan yang lalu, saya melaporkan beberapa akun yang menuduh saya sebagai mafia sepak bola. Sebagai warga negara yang baik, saya ingin ini diklarifikasi. Fitnah dan hoaks yang disebarkan akun-akun itu saya laporkan ke Bareskrim,” kata Andre kepada media di Bareskrim Polri Jumat, 8/8.
Menurut Andre, proses hukum laporan ini berjalan selama dua hingga tiga bulan. Dalam perjalanan penyidikan, para pemilik akun yang dilaporkan mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial.
“Alhamdulillah, prosesnya sudah berjalan dan pelaku meminta maaf kepada kami. Pagi ini juga mereka sudah memposting permintaan maaf. Jadi hari ini saya datang untuk berdamai dan mencabut laporan, karena mereka sudah menyadari kesalahannya,” ujarnya.
Andre yang juga merupakan Penasihat Tim Semen Padang FC menegaskan, pencabutan laporan ini bukan berarti dirinya membiarkan fitnah terus berkembang. Menurutnya, langkah ini diambil karena tujuan utama pelaporan sudah tercapai, yakni memberikan pembelajaran dan meluruskan tuduhan yang terlanjur tersebar.
“Saya ini bukan bagian dari mafia sepak bola, saya ini korban mafia. Nah, untuk itu, hal ini harus dibuktikan. Saya laporkanlah ke Bareskrim, diproseslah berapa bulan ini oleh Bareskrim” tegasnya.
Andre mengaku tidak mempermasalahkan teriakan suporter yang menuduhnya mafia ketika ia menonton laga di stadion. Namun, ia keberatan ketika tuduhan tersebut dibawa ke media sosial, digiring menjadi opini publik dan diviralkan hingga masuk ke For You Page (FYP).
“Kalau di stadion diteriaki ya biasa saja, itu bagian dari demokrasi. Tapi kalau di media sosial diviralkan dan dijadikan opini publik, itu yang saya tidak terima. Saya ingin membuktikan bahwa tuduhan itu tidak benar,” jelasnya.
Ia menjelaskan, tuduhan itu muncul ketika ia menonton pertandingan Semen Padang melawan Persebaya di Surabaya. Saat Semen Padang sempat unggul 1-0 sebelum akhirnya imbang 1-1, sebagian penonton merasa dirugikan dan meneriakinya dengan sebutan mafia.
“Waktu itu Semen Padang sempat unggul, lalu jadi imbang. Teman-teman di Surabaya mungkin merasa dicurangi. Itu sah-sah saja, tapi jangan dibawa ke media sosial dengan narasi yang menyesatkan,” ungkapnya.
Andre menambahkan, dua akun yang dilaporkan sudah secara resmi meminta maaf dan mengakui kesalahan.
“Yang pertama akun Instagram Kita Bonek, yang kedua akun TikTok Danoe Kreatif Studio. Keduanya sudah minta maaf dan memposting permintaan maafnya. Jadi saya rasa tidak perlu diperpanjang,” katanya.
Dengan pencabutan laporan ini, Andre berharap kasus serupa tidak terulang kembali. Ia menekankan, proses hukum yang sempat berjalan ini menjadi pembelajaran bahwa menyebarkan fitnah di media sosial dapat berujung pada proses hukum.
“Sebagai warga negara yang baik, saya mengikuti proses hukum. Tujuan saya dari awal bukan untuk memenjarakan orang, tapi memberikan pelajaran dan klarifikasi kepada publik. Kalau sudah minta maaf dan mengakui kesalahan, ya saya maafkan,” tandasnya.*
Laporan oleh: Ari Kurniansyah
