MA Jarang Tindaklanjuti Rekomendasi KY, Calon Hakim Agung: Solusinya Duduk Bersama

Gedung Mahkamah Agung. (IST)
Gedung Mahkamah Agung. (IST)

FORUM KEADILAN – Calon Hakim Agung untuk Tata Usaha Negara Mustamar merespons pertanyaan terkait rekomendasi Komisi Yudisial (KY) yang jarang ditindaklanjuti oleh Mahkamah Agung (MA). Menurutnya, solusi yang harus dilakukan adalah duduk bersama.

Awalnya, anggota panelis Binziad Kadafi bertanya terkait rekomendasi sanksi yang dijatuhkan KY yang jarang ditindaklanjuti oleh MA.

Bacaan Lainnya

Inspektur Wilayah di Badan Pengawasan MA itu mengatakan bahwa beberapa rekomendasi yang tidak dijalankan oleh MK karena ada masalah teknis perkara.

“Kalau mengenai rekomendasi KY ada yang ditindaklanjuti oleh MA, barangkali ada masalah teknis perkara karena selaku pengawas fungsional kami memahami bahwa yang kita awasi adalah pelanggaran kode etik, kalau masalah teknis perkara itu ada jalannya, yaitu jalur upaya hukum,” ucap Mustamar dalam wawancara seleksi calon Hakim Agung di Gedung KY, Jakarta Pusat, Rabu, 10/6/2024.

Selain itu, kata Mustamar, pihak yang tidak puas di putusan tingkat pertama memiliki hak untuk mengajukan banding ke pengadilan tinggi. Apabila putusan banding tidak memuaskan juga, maka para pihak bisa melakukan upaya hukum ke MA.

“Kecuali, kalau terbukti ada pelanggaran etiknya. Kalau tidak ada pelanggaran kode etik, maka terhadap teknis perkara itu adalah terkait teknis yudisial yang di luar kewenangan dari pengawas,” katanya.

Kadafi lantas mempertanyakan bagaimana solusi jika MA tidak menindaklanjuti rekomendasi sanksi yang dijatuhkan oleh KY. Mustamar lantas menjawab bahwa solusi yang bisa dilakukan adalah duduk bersama.

“Solusinya duduk bersama, masing-masing kan ada penghubung. Menurut hemat kami ini bisa dibicarakan apakah nanti akan ada pemeriksaan bersama, itu nanti tergantung dengan komunikasi kedua belah pihak,” katanya.*

Laporan Syahrul Baihaqi