Kuasa Hukum SYL Nilai Wajar Jika Keterangan SYL Berbeda dengan Saksi Lain

Kuasa hukum mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Djamaluddin Koedoeboen, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin, 24/6/2024 | Merinda Faradianti/Forum Keadilan
Kuasa hukum mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Djamaluddin Koedoeboen, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin, 24/6/2024 | Merinda Faradianti/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Kuasa hukum mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Djamaluddin Koedoeboen, menanggapi pernyataan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) yang menyebut kesaksian SYL berbeda dengan saksi lainnya.

“Saya kira itu wajar saja, toh yang mengalami kan beliau,” katanya kepada awak media di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin, 24/6/2024.

Bacaan Lainnya

Menurut Djamaluddin, kesaksian di persidangan lanjutan ini membuktikan bahwa SYL ialah orang yang tegas dan memegang teguh prinsip.

Pasalnya, di persidangan pekan lalu mantan Sekjen Kementerian Pertanian (Kementan) Kasdi Subagyono memberikan kesaksian bahwa SYL sering menginstruksikan untuk menjaga tiga hal, yakni menolak setiap penawaran proyek yang mengatasnamakan SYL, taat aturan dan no corruption.

“Beliau setiap saat selalu menegaskan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan teknis tidak pernah ikut campur. Beliau tidak pernah cawe-cawe soal itu,” jelas Djamaluddin.

SYL menjadi saksi mahkota serta turut menjadi terdakwa bersama dua lainnya, yakni eks Sekjen Kementan Kasdi Subagyono dan eks Direktur Alat dan Mesin Kementan Muhammad Hatta.

Kepada Majelis Hakim, SYL bersumpah tidak pernah memerintahkan untuk mengumpulkan uang sharing di tingkat Eselon I Kementan.

“Saya tidak pernah dengar (uang sharing), Yang Mulia. Saya bersumpah,” tegas SYL.*

Laporan Merinda Faradianti