Jokowi Bentuk Satgas Judi Online: Menko Polhukam Ketua, Menko PMK Wakil

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai judi online yang beberapa kali memakan korban jiwa | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai judi online yang beberapa kali memakan korban jiwa | YouTube Sekretariat Presiden

FORUM KEADILAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online. Pembentukan ini dilakukan melalui keputusan presiden yang akan diumumkan dalam waktu dekat

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan, satgas tersebut dikepalai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto, dengan wakilnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Bacaan Lainnya

“Sebelum ke sini saya sudah paraf. Ketuanya Pak Menko Polhukam, wakilnya Pak Menko PMK,” kata Budi dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 13/6/2024.

Sementara itu, Budi Arie ditunjuk sebagai Ketua Harian Bidang Pencegahan dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Ketua Harian Bidang Penegakan Hukum.

Budi menyebut, pembentukan Satgas Judi Online sebagai bentuk perhatian khusus pemerintah terhadap kasus judi online serta pinjaman online ilegal di Indonesia yang sudah memakan banyak korban.

Kata Budi, pemerintah juga membuka peluang untuk mengungkap kaitan antara judi online dengan pinjaman online, merujuk pada temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengenai hal tersebut.

“Judi online sama pinjaman online ilegal ini adik-kakak, saudara kandung ini. Nanti kita pokoknya ini memastikan pemberantasan judi online dan pinjaman online ilegal ini memang harus komprehensif,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi turut mewanti-wanti bahaya judi online.

Jokowi meminta masyarakat bijak dalam mengelola keuangan. Ia menyarankan masyarakat menggunakan uang untuk ditabung atau dijadikan modal usaha, daripada dipakai perjudian.

“Lebih baik kalau ada rezeki, ada uang, itu ditabung-tabung atau dijadikan modal usaha. Sudah banyak terjadi karena judi harta benda habis, habis terjual, karena judi suami istri bercerai, karena judi melakukan kejahatan, melakukan kekerasan, bahkan tidak sedikit yang menimbulkan korban jiwa,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, dikutip, Jumat, 14/6.

Jokowi mengingatkan bahwa judi online bukan hanya mempertaruhkan uang, namun juga mempertaruhkan masa depan baik diri sendiri maupun keluarga.

“Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekadar game atau iseng-iseng berhadiah, tapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri, masa depan keluarga, dan masa depan anak-anak kita,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menegaskan keseriusan pemerintah dalam pemberantasan judi online. Menurutnya, pemerintah sudah menutup lebih dari 2,1 juta situs judi online, dan turut menyinggung pembentukan Satgas Judi Online.

“Pemerintah juga terus secara serius memberantas dan memerangi perjudian online. Sampai saat ini, sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online sudah ditutup dan Satgas Judi Online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk,” ungkapnya.*