Jokowi Sudah Panggil Kapolri-Jaksa Agung soal Jampidsus Diduga Dikuntit Densus 88

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers setelah menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2024, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu, 24/4/2024. | Youtube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers setelah menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2024, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu, 24/4/2024. | Youtube Sekretariat Presiden

FORUM KEADILAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa sudah memanggil Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin mengenai peristiwa dugaan penguntitan yang dilakukan oleh Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri kepada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

“(Kapolri dan Jaksa Agung) Sudah saya panggil tadi,” kata Jokowi usai acara Inagurasi GP Ansor di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 27/5/2024.

Bacaan Lainnya

Tetapi, Jokowi tak menjelaskan lebih detail mengenai hasil pemanggilan dan termasuk arahan apa yang diberikan kepada Kapolri dan Jaksa Agung.

Jokowi meminta agar masalah ini ditanyakan langsung kepada Kapolri sambil menunjuk Listyo yang berdiri tidak jauh darinya.

“Tanyakan langsung ke Kapolri. Kapolri ada. Kapolri? Kapolri ada. Tanyakan ke Kapolri langsung,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Kasus pembuntutan itu diduga terjadi pada di salah satu restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu, 19/5 sekitar pukul 20.00-21.00 WIB.

Febrie dibuntuti oleh dua orang yang diduga anggota Densus 88. Kedua orang tersebut menggunakan pakaian santai dan mengenakan masker.

Kedua anggota Densus 88 itu membuntuti hingga ke ruang VIP berdinding kaca, tempat di mana Febrie bersama pengawalnya duduk kala itu. Mereka memilih tempat di ruang VIP berdalih untuk merokok.

Tak lama, salah satu penguntit itu mengeluarkan benda yang diduga alat perekam untuk merekam percakapan Febrie. Naas aksinya diketahui oleh pengawal Febrie.

Keduanya langsung mencoba kabur, namun satu orang berhasil ditangkap oleh pengawal Febrie. Kemudian, pengawal tersebut membawa anggota Densus yang ditangkap menjauh dari restoran dan melakukan interogasi terhadapnya.

Lebih lanjut, Febrie langsung menelpon Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada untuk menanyakan perihal pembuntutan tersebut, namun Wahyu tidak tahu menahu perkara tersebut.

Akibat penangkapan tersebut, Densus 88 melakukan konvoi dan mengelili Gedung Kejagung.

Kendati begitu, penguntitan yang dilakukan tersebut belum diketahui secara pasti motif di balik aksi tersebut, tapi yang jelas Febrie saat ini tengah menangani kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.*