Anggota Densus 88 Buntuti Jampidsus, DPR Sebut Penuh Spekulasi seperti Kasus Sambo

Bambang Pacul saat ditemui Gedung DPR RI, Selasa 21/11/2023 I M. Hafid/Forum Keadilan
Bambang Pacul saat ditemui Gedung DPR RI, Selasa 21/11/2023 I M. Hafid/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul menanggapi kasus dugaan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah yang dibuntuti anggota Densus 88 Antiteror Polri.

Bambang Pacul mengatakan, DPR menaruh perhatian terhadap kasus yang terjadi antara Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan Polisi tersebut. Menurut dia, kasus itu banyak menimbulkan spekulasi sebagaimana kasus Ferdy Sambo.

Bacaan Lainnya

“Kalau ini kan menjadi berita yang menarik, isu yang menarik, dan itu menimbulkan banyak spekulasi dengan tataran yang agak berbeda, tapi spekulasi muncul seperti kasus Sambo toh atau kasus Duren 3. Peristiwa Duren 3 kan juga menimbulkan spekulasi yang banyak,” kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR RI, ┬áJakarta Pusat, Senin, 27/5/2024.

Bambang mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai kasus tersebut karena takut terdapat kekeliruan, sehingga dapat memperburuk situasi. Oleh sebab itu, pihaknya akan meminta klarifikasi terhadap Kejagung dan Polri.

“Kalau aku berpendapat hari ini kan juga tentu saya juga pakai opini toh, persepsi toh, itu keliru. Nanti bisa salah malah memperburuk situasi. Jadi seperti dulu saja, kita perjelas nanti dalam rapat di Komisi III,” tandasnya.

Kasus pembuntutan itu diduga terjadi pada di salah satu restoran di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu, 19/5 sekitar pukul 20.00-21.00 WIB.

Febrie dibuntuti oleh dua orang yang diduga anggota Densus 88. Kedua orang tersebut menggunakan pakaian santai dan mengenakan masker.

Kedua anggota Densus 88 itu membuntuti hingga ke ruang VIP berdinding kaca, tempat di mana Febrie bersama pengawalnya duduk kala itu. Mereka memilih tempat di ruang VIP berdalih untuk merokok.

Tak lama, salah satu penguntit itu mengeluarkan benda yang diduga alat perekam untuk merekam percakapan Febrie. Naas aksinya diketahui oleh pengawal Febrie.

Keduanya langsung mencoba kabur, namun satu orang berhasil ditangkap oleh pengawal Febrie. Kemudian, pengawal tersebut membawa anggota Densus yang ditangkap menjauh dari restoran dan melakukan interogasi terhadapnya.

Lebih lanjut, Febrie langsung menelpon Kabareskrim Komjen Pol Wahyu Widada untuk menanyakan perihal pembuntutan tersebut, namun Wahyu tidak tahu menahu perkara tersebut.

Akibat penangkapan tersebut, Densus 88 melakukan konvoi dan mengelili Gedung Kejagung.

Kendati begitu, penguntitan yang dilakukan tersebut belum diketahui secara pasti motif di balik aksi tersebut, tapi yang jelas Febrie saat ini tengah menangani kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.*

Laporan M. Hafid