Perdana Pimpin Rapat di Kementerian ART/BPN, AHY Beberkan Target 100 Hari Kerja

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 21/2/2024. | Instagaram @agusyudhoyono
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 21/2/2024. | Instagaram @agusyudhoyono

FORUM KEADILANAgus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin rapat perdana di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kamis 22/2/2024.

Dalam rapat itu, AHY meminta seluruh jajarannya untuk membuat resume mengenai program-program yang tengah dijalankan, target, dan kendala di Kementerian ATR/BPN untuk menjadi proyek kerja 100 hari ke depan.

Bacaan Lainnya

“Pertama isu utama dan program-program yang tengah dijalankan oleh masing-masing Direktorat Jenderal secara spesifik pointersnya saja, yang jelas apa yang tengah dikerjakan, apa yang menjadi target kita, lalu apa kendalanya dan solusi-solusi yang bisa kita jalankan bersama,” kata AHY di Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Kamis 22/2.

Dirinya mengatakan, untuk mengatasi isu-isu agraria dan tata ruang, Kementerian ATR/BPN harus terbuka untuk bekerja sama dengan lembaga lainnya.

AHY juga mengungkapkan bahwa dirinya ingin penerbitan sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) hingga tembus 120 juta bidang tanah dituntaskan.

“PTSL yang harus bisa dituntaskan termasuk isu-isu yang lain, redistribusi tanah dan tentunya inisiatif lain yang dijalankan ATR/BPN,” ungkapnya.

Sebelumnya, AHY dilantik dilantik sebagai Menteri ATR/BPN oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rabu 21/2/2024. AHY menggantikan Hadi Tjahjanto yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

Usai pelantikannya, Jokowi memberikan tiga tugas khusus untuk AHY, yaitu pembuatan sertifikat elektronik, mengurus hak guna usaha carbon trading, dan menuntaskan 120 juta PTSL.*