Jokowi Tunjuk Kepala Bapanas Arief Prasetyo Jadi Plt Mentan

Jokowi dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 6/10.
Jokowi dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 6/10/2023 | YouTube Sekretariat Presiden

FORUM KEADILAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima dan menyetujui pengunduran diri Syahrul Yasin Limpo (SYL) dari jabatan Menteri Pertanian (Mentan).

Selanjutnya, Jokowi menunjuk Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Mentan menggantikan SYL.

Bacaan Lainnya

“Ya, sudah saya terima dan pagi tadi sudah ditindaklanjuti dan sudah saya tanda tangan juga,” kata Jokowi dalam keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 6/10.

“Penggantinya masih Plt, Plt-nya Pak Arief Prasetyo, Kepala Badan Pangan Nasional,” sambung Jokowi

Jokowi mengatakan, Arief ditunjuk sebagai Plt Mentan untuk memudahkan pekerjaannya. Menurut Jokowi, pekerjaan Kementerian Pertanian, Bapanas, Perum Bulog, dan Kementerian Perdagangan harus selalu satu.

“Supaya lebih koordinatif, lebih memudahkan karena biasanya kita Bulog, Badan Pangan, Mentan ini, Menteri Perdagangan, ini selalu harus satu, jadi untuk konsolidasi saja biar lebih memudahkan,” kata Jokowi.

Sebelumnya, SYL menyerahkan surat pengunduran diri dari posisi Mentan ke Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) pada Kamis, 5/10 kemarin.

“Saya sore hari ini datang meminta waktu Bapak Presiden dan diberi kesempatan melalui Mensesneg Pak Pratikno untuk menyampaikan usul dan surat pengunduran diri saya sebagai menteri,” kata SYL di Kemensetneg, Jakarta, Kamis, 5/10.

SYL menjelaskan bahwa alasan pengunduran dirinya adalah karena ia tengah menghadapi proses hukum.

“Alasan saya mengundurkan diri adalah ada proses hukum yang saya hadapi dan saya selalu siap menghadapi secara serius,” jelasnya.

“Walaupun saya berharap jangan ada stigma dan presumption of innocence maksudnya menghakimi saya dulu karena tentu biarkan lah proses hukum berlangsung dengan baik dan saya siap hadapi,” sambungnya.

Dugaan Korupsi di Kementan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian (Kementan). KPK mengungkap telah menetapkan tersangka dalam kasus tersebut, namun belum menjelaskan siapa tersangka yang dimaksud.

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk di rumah dinas Mentan SYL di Jakarta dan rumah pribadi SYL di Makassar.

Pada penggeledahan di rumah dinas politisi NasDem tersebut, KPK menemukan uang puluhan miliar dan 12 senjata api (senpi).

Sementara dalam penggeledahan di rumah pribadi SYL di Makassar, penyidik KPK mengangkut mobil mewah hingga sejumlah dokumen yang diduga terkait kasus korupsi di Kementan.

Dalam perkara korupsi di Kementan, ada tiga kluster korupsi yang dipetakan. Kluster itu mulai pemerasan, gratifikasi, hingga tindak pidana pencucian uang.*