Penjelasan Kuasa Hukum Soal AG Laporkan Mario Dandy Kasus Pencabulan

Mario Dandy
Momen Mario Dandy menangis di sela reka adegan penganiayaan David Ozora. | ist

FORUM KEADILAN – AG melalui kuasa hukumnya, Mangatta Toding Allo, secara resmi telah melaporkan Mario Dandy ke Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus pencabulan. Mangatta menyebut, hubungan seksual yang terjadi antara kliennya dengan Mario Dandy termasuk merupakan perbuatan pidana.

“Pelapor pencabulan terhadap anak itu sudah jelas merupakan tindak pidana. Jadi siapapun yang berhubungan badan, baik mau sama mau, atau memang dipaksa, itu memang merupakan tindak pidana,” kata Mangatta di Polda Metro Jaya, Senin, 8/5.

Bacaan Lainnya

Pihak AG sebelumnya sudah dua kali melaporkan Mario terkait dugaan pencabulan. Namun, dua laporan itu ditolak oleh Polda Metro Jaya.

Mangata bilang, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian terkait penolakan dua laporan tersebut. Kata dia, penolakan itu terjadi karena ada kesalahapahaman.

“Kami sudah diskusi dengan pihak Polda Metro Jaya memang ada miss komunikasi sedikit di sini ternyata, yang mungkin belum berani menerima laporan atau mungkin berkoordinasi dengan Unit PPA atau Subdit Renakta, kurang lebih begitu,” ungkapnya.

Mangatta lantas membeberkan,alasan kenapa pihaknya baru melaporkan Mario. Menurut dia, sebelumnya pihaknya tengah fokus mengurus persidangan yang dihadapi oleh AG.

Adapun alasan laporan ini dibuat adalah merujuk pada fakta persidangan yang telah dijalani oleh kliennya.

“Kami kemarin fokus persidangan dan kami baru mendapatkan ini fakta persidangan saat sudah ada putusan. Jadi putusan juga menjadi salah satu bukti kami,” jelasnya.

Laporan AG diterima dengan nomor LP/B/2445/5/Tahun 2023 SPKT Polda Metro Jaya. AG melaporkan Mario atas Pasal 76 D juncto Pasal 81 UU Perlindungan Anak dan atau Pasal 76 E juncto Pasal 82 UU Perlindungan Anak.

Mario Dandy merupakan tersangka kasus penganiayaan David Ozora. Sedangkan AG, adalah pacar Mario Dandy yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. AG telah divonis 3,5 tahun penjara. *