Polisi Ungkap Berkas Kasus Penganiayaan David oleh Mario Dandy Belum Lengkap

Mario Dandy Satriyo (mengenakan baju oranye)
Mario Dandy Satriyo (mengenakan baju oranye) dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu, 22/2/2023. | Ist

FORUM KEADILAN – Polda Metro Jaya mengungkap berkas kasus penganiayaan Cristalino David Ozora (17) yang dilakukan Mario Dandy Satrio (20) belum sepenuhnya lengkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penyidik masih membutuhkan keterangan saksi.

Bacaan Lainnya

“Penyidik masih memerlukan salah satu keterangan saksi untuk memenuhi berkas yang akan dikirim ke jaksa penuntut umum,” katanya, Jumat, 5/5/2023.

Namun, pemanggilan saksi tersebut masih belum diketahui jadwalnya.

“Tentu ada ketentuan memanggil, kemudian juga waktu, nanti perkembangan akan disampaikan,” ujarnya.

Sementara terkait siapa saksi yang dimaksud, Trunoyudo belum bisa mengungkapkannya.

“Soal siapa itu? Sementara, sejauh ini baru itu yang kami terima dari penyidik,” katanya.

Trunoyudo mengatakan, jika berkas kasus penganiayaan David telah lengkap dan diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU), maka baru akan dilakukan tahap selanjutnya.

“Setelah nanti dilengkapi, sebagaimana permintaan JPU, tentunya berkas perkara akan dikirimkan kembali dan harapannya kalaupun nanti sudah lengkap atau dinyatakan P21, tahap 2 akan dilakukan oleh penyidik,” tandasnya.

Sebelumnya, Mario memukuli David dengan brutal di rumah rekan korban (R) yang terletak di Perumahaan Green Permata Residence, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 20/2 lalu.

Pelaku Mario melakukan beberapa tendangan ke arah kepala David dengan menginjak tengkuk dan memukul kepala korban yang sudah tak berdaya hingga koma.

Polisi pun telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini, Mario dan temannya, Shane Lukas.

Sementara itu, pacar Mario, AG (15), juga ditetapkan sebagai pelaku anak. Mario dan Shane kini ditahan di Rutan Mapolda Metro Jaya, sementara AG sudah divonis hukuman 3 tahun 6 bulan penjara.

AG menjalani hukuman penjara selama 3 tahun dan 6 bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).*

Laporan Novia Suhari