Minggu, 18 Januari 2026
Menu

Tak Percaya Aniaya David, Ayah Shane Lukas: Dia Anak yang Penurut

Redaksi
Ayah Shane Lukas, Togar Lumbantoruan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 4/4/2023
Ayah Shane Lukas, Togar Lumbantoruan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 4/4/2023 | Novia Suhari/forumkeadilan.com
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Orang tua Shane Lukas, Tagor Lumbantoruan mengungkapkan jika putranya adalah anak yang penurut.

Hal ini diungkapkan oleh Tagor saat ditemui awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 4/4/2023.

Ia mengungkapkan tidak mengetahui pergaulan Shane karena sibuk bekerja.

“Anak saya sebenarnya anak yang penurut, saya juga kasih aturan yang disiplin, kalau pulang telat dari jam 10, ya sudah tidak bisa masuk ke rumah. Tapi dia biasanya selalu kasih kabar kalau macet, atau apapun itu,” katanya, Selasa, 4/4/23.

Sementara itu, ia mengaku sebenarnya tidak mengenal siapa itu Mario Dandy Satrio.

“Tapi Shane pernah cerita, kalau dia baru kenal, namanya Mario Dandy, dan dia bilang kalau anak ini anaknya orang kaya, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, Ia menekan jika keduanya sebenarnya bukan teman dekat, tapi Shane memang dikenalkan oleh teman dekatnya.

“(Shane) dengan Dandi itu jarang bertemu,” tegasnya.

Tagor Lumbantoruan harap Shane Lukas bebas

Sebelumnya, Tagor Lumbantoruan berharap Shane Lukas bebas dari jeratan hukum.

“Harus melihat keadaan dan situasi (saat penganiayaan) dari Shane. Apa saja yang dilakukan oleh dia. Ya, saya berharap anak saya bisa bebas,” kata Tagor Lumbantoruan, saat datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memberikan dukungan kepada sang anak yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang diversi khusus AG, Selasa, 4/4/2023.

Bukan tanpa sebab, menurut Tagor anaknya bisa bebas karena dari hasil TKP, Shane terbukti dalam keadaan tertekan dan terpaksa saat harus merekam aksi penganiayaan tersebut.

Ia juga menyebut Shane terpaksa karena status Mario sebagai anak orang kaya dan anak pejabat.

” Ya (Shane membenarkan membantu merekam), tapi dia juga cerita kalau saat itu ada tekanan dan merasa terpaksa, Karena kan, (Mario) anak orang kaya, banyak uangnya, anak pejabat lah, dan sebagai teman diawal juga dia dipaksa, di telpon berkali-kali, sampai ditolak dengan halus, ditelpon lagi, sampai pada akhirnya kan dijemput dengan Rubicon itu kan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan jika Shane Lukas bahkan tidak mengenal AG ataupun korban, Cristalino David Ozora.

Ketika menjemput Shane pun, Mario Dandy Satrio mengaku hanya ingin ditemani untuk menjemput pacarnya AG. *

 

Laporan Novia Suhari