Penjual Baju Bekas Impor Pasar Senen Minta Bertemu Mendag hingga Siap Gelar Aksi

Potret jual beli baju bekas impor di Pasar Senen
Potret jual beli baju bekas impor di Pasar Senen | Novia Suhari/forumkeadilan.com

FORUM KEADILAN – Larangan menjual baju bekas impor dari pemerintah berbuntut panjang.

Para pedagang bal baju impor bekas di Pasar Senen, Jakarta Pusat, memutuskan untuk tutup sementara.

Bacaan Lainnya

Mereka menyebut tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi demo jika perkara larangan menjual dan membeli baju bekas impor ini tidak berujung solusi.

Hal ini diungkapkan oleh Rifai Silalahi, Ketua Koordinator pedagang baju di Pasar Senen.

“Tidak menutup kemungkinan kita bakal gelar aksi demo, semua pedagang baju second di seluruh Indonesia bakal turun,” katanya, Jumat, 24/3/23.

Ia melanjutkan aksi ini bakal dilakukan jika pemerintah tidak secepatnya mengambil keputusan terkait permasalahan ini.

“Ini sudah terjadi bertahun-tahun, pernah terjadi tahun kemarin juga. Tapi tidak ada solusi dari pemerintah, bahkan sampai saat ini, tapi kali ini kita akan menuntut solusi,” ujarnya.

Rifai Silalahi, Ketua Koordinator pedagang baju di Pasar Senen
Rifai Silalahi, Ketua Koordinator pedagang baju di Pasar Senen | Novia Suhari/forumkeadilan.com

Kendati begitu, Rifai mengatakan jika aksi ini masih dalam rencana.

Terkait dengan solusi, para pedagang menyebut keinginan untuk bertemu DPRD hingga Menteri Perdagangan.

“Rencana kita ingin audiensi dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Koperasi dan UMKM, tapi tergantung pemerintah, kalau mau ya kita siap. Dari DPRD hingga DPR RI kami siap,”katanya.

Ia juga mengungkapkan kemungkinan untuk melakukan audiensi tersebut secepat mungkin.

“Mungkin dalam beberapa hari kedepan kita akan meminta audiensi ke Komisi VI dulu, lalu ke Kementerian Perdagangan,  dan dengan UMKM lainnya,” ujarnya.

Tapi hingga saat ini, Rifai mengaku belum mendapatkan atau mendengar tanggapan langsung naik dari DPRD ataupun Kementerian yang berkaitan.

“Sampai saat ini belum ada, tapi kemarin ada beberapa kawan kami diwawancarai dan mungkin akan difasilitasi untuk ke Komisi VI,” tandasnya.*

 

Laporan Novia Suhari