Bobby Nasution Buka Suara Usai Siswa SMA di Karo Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG
FORUM KEADILAN – Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution buka suara soal terkait siswa SMA bernama Febiona Purba (16) yang diduga hilang ingatan karena keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, pihaknya masih memantau kondisi kesehatan Febiola.
“Terkait kasus tersebut, ini masih menjadi pemantauan baik secara psikis dan medisnya yang pasti ada terjadi gangguan terhadap anak kita, terjadi gangguan,” ujar Bobby saat ditanya wartawan di Jalan Letda Sujono, Kota Medan, Selasa, 8/9/2026.
Tetapi, dirinya belum dapat memastikan gangguan medis atau psikis apa, yang membuat siswa itu diduga mengalami lupa ingatan.
“Gangguan di sini apakah kita melihat (berdasarkan) tindakan medisnya pemeriksaan dari medisnya, apakah pengaruh dari mood-nya atau sarafnya atau yang lainnya,” tuturnya.
Bobby mengatakan pihaknya, juga turut melibatkan psikolog untuk penanganan siswa tersebut.
“Ya kan kita gak bisa menilai (bagaimana) traumatis seseorang, setelah keracunan itu, apakah dia ada trauma atau segala macam, (apakah) itu mengganggu mental dan segala macam, ini juga kita ikut periksa jadi seluruhnya, bukan hanya segi medis yang lain kita periksa,” kata Bobby.
Ia menjelaskan bahwa awalnya Febiona dirawat di Rumah Sakit Haji Medan mengenai keracunan dialaminya, kemudian untuk proses pemulihan Febiola dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan. Bobby mengatakan, perpindahan rumah sakit ini bukan karena dirinya lepas tangan, tetapi agar penanganan yang dilakukan lebih maksimal.
“Itu siswa kami anak SMA kami yang menjadi pantauan kami juga, bukan hanya gangguan sarafnya tapi gangguan yang lain kita kroscek juga, hari ini masih ada pengecekan,” tuturnya.
Bobby mengatakan proses pendampingan terhadap akan terus dilakukan hingga siswa itu sembuh.
“Akan kami dampingi terus selama ini, mungkin (pendampingannya) masuk ke Dinas Kesehatan Sumut saja, hari ini (penangananya) juga masuk ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di sana ada psikolog dan segala macam,” imbuhnya.
Diketahui, sudah lebih dari tiga minggu, Febiona, berpindah-pindah rumah sakit untuk menjalani perobatan akibat keracunan MBG. Kondisi Febiona sempat memburuk hingga diduga alami gangguan ingatan.
Febiona pun dilarikan dari Rumah Sakit Berastagi menuju RSUP Adam Malik dan berangkat bersama ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang (49) dan kerabatnya yang lain.
Mereka didampingi oleh petugas BGN Karo dan Medan. Setibanya di rumah sakit, Febiona yang duduk di kursi roda segera dibawa melewati IGD lalu masuk ke ruang Poli Psikiatri.
Di sana, Febiona diberikan sejumlah obat lalu beranjak pulang ke kediamannya di Karo.
Elvinus menceritakan bahwa kondisi yang sangat memprihatinkan dari Febiona ada di bagian lidah.
“Lidahnya agak masuk ke dalam. Sampai ngomong pun dia agak sulit,” katanya saat ditemui di depan RSUP Adam Malik pada Senin, 27/8/2026.
Febiona pun sempat mengalami gangguan ingatan dan hal ini diketahui ketika Febiona dirawat di rumah. Kerabat dan temannya sempat menjenguk. Di situ lah, Elvinus melihat anaknya lupa dengan orang yang sebelumnya dikenal dekat.
Febiona mulai keracunan MBG pada Kamis, 13/8/2026. Di hari itu, pada awalnya Febiona seperti biasanya berangkat ke SMK Bersama Berastagi dengan kondisi tubuh yang fit. Di situ lah, Febiona menyantap MBG dengan lauk ikan tongkol.
“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena sudah lapar,” kata Elvinus.
Ia pun mulai pusing tetapi berusaha mengikuti proses belajar mengajar. Sebagai informasi, Febiona tergolong sebagai siswa yang berprestasi. Juara satu di kelasnya dan aktif di kegiatan sekolah sebagai wakil ketua OSIS.
Sepulang dari rumah, rasa pusingnya pun kian memuncak. Badannya gatal-gatal dan ia muntah ketika meminum Bear Brand. Badannya mendadak lemas.
Elvinus segera meminta bantuan tentara di depan rumah untuk membawa anaknya ke RSU Kabanjahe.
“Itu posisinya sudah gak sadar. Sesudah setengah jam di rumah sakit, baru sadar dia,” ujarnya.
Selama tiga hari Febiona dirawat lalu pulang. Tetapi, dirinya kembali kejang hingga dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Berastagi. Dua hari berselang, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Haji dan dirawat selama seminggu. *
