Sebut Koruptor MBG Biadab, Charles Honoris Dorong Program Redesign Total
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyatakan setuju dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program sosial. Menurutnya, tindakan korupsi dalam program tersebut merupakan perbuatan yang sangat biadab.
“MBG adalah program sosial. Oleh karena itu yang masih mau melakukan korupsi, ya biadab gitu kan,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14/8/2026.
Oleh sebab itu, Charles menilai, program MBG perlu dilakukan redesign secara total. Ia mengusulkan agar sistem dapur terpusat yang digunakan saat ini diubah dengan mengembalikan pengelolaan makanan ke sekolah.
“Saya tetap berpendapat bahwa kita harus melakukan redesign total dari program ini, tidak bisa lagi menggunakan format seperti sekarang. Yaitu ya kita kembalikan saja dapur ke sekolah,” ujarnya.
Menurut Charles, pengembalian dapur ke sekolah dapat memperkecil ruang terjadinya praktik korupsi. Ia mengatakan, potensi korupsi dalam program MBG tidak hanya berada di Badan Gizi Nasional (BGN) maupun dalam pengadaan barang dan jasa, tetapi juga dapat terjadi di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Karena korupsi itu kan tidak hanya terjadi di BGN saja, bukan dalam hal pengadaan barang dan jasa saja, tetapi dapur-dapur SPPG juga ternyata melakukan, ada ya yang melakukan korupsi dengan tidak memberikan kepada anak-anak haknya gitu kan,” katanya.
Charles mencontohkan, anggaran makanan yang seharusnya bernilai Rp10 ribu dapat diberikan dalam bentuk makanan yang nilainya hanya sekitar Rp8 ribu. Selain itu, ia juga menyoroti potensi praktik under invoicing dalam pelaksanaan program MBG.
Ia menilai, perubahan sistem pengelolaan MBG juga dapat menjadi solusi terhadap persoalan keamanan pangan dan kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program tersebut.
“Per hari ini kita sudah melihat lebih dari empat puluh lima ribu kasus keracunan di program MBG ini,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
