Minggu, 12 Juli 2026
Menu

Legislator DKI Kenneth Apresiasi Program Mobil Klinik Hewan Keliling

Redaksi
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth | Ist
Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meninjau layanan Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mustika, Jalan Kerja Bakti, Kelurahan Kramat Jati, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Peluncuran layanan tersebut merupakan realisasi salah satu komitmen Pramono untuk memperluas akses pelayanan kesehatan hewan bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan lima unit Mobil Klinik Hewan Keliling yang akan beroperasi di lima wilayah kota administrasi untuk melayani kebutuhan kesehatan hewan peliharaan milik warga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok; serta anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth.

Pramono mengatakan, setiap unit Mobil Klinik Hewan Keliling telah dilengkapi dokter hewan beserta peralatan medis yang memadai untuk memberikan berbagai layanan kesehatan.

Pelayanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan kucing, anjing, kambing, hingga sapi, tindakan operasi kecil dan sterilisasi, serta pemeriksaan ultrasonografi (USG).

“Jakarta sebagai kota yang bebas rabies tentunya harus terus kita dukung, kita pertahankan, dan kita rawat. Karena itu, keberadaan Mobil Klinik Hewan Keliling ini saya yakini menjadi modal sosial yang sangat baik bagi Jakarta untuk mempertahankan status sebagai kota bebas rabies sekaligus mendukung Jakarta sebagai kota global, kota pusat perekonomian, dan ibu kota negara,” tutur Pramono, Jumat, 10/7/2026.

Ia menambahkan, pada 2026 Pemprov DKI Jakarta menargetkan sebanyak 23 ribu hewan menjalani program sterilisasi. Karena itu, masyarakat diajak memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap hewan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya. Ini merupakan sebuah terobosan baru, mungkin pertama kali ada di Indonesia, dimulai dari Jakarta, karena kami ingin Jakarta menjadi kota yang ramah hewan, apa pun jenis hewannya,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok memastikan pihaknya akan mengoptimalkan operasional Mobil Klinik Hewan Keliling dengan melibatkan tenaga medis veteriner yang kompeten.

“Kami akan mengoperasikan layanan ini selama enam hari dari Senin-Sabtu. Untuk titik lokasinya akan kami umumkan di media sosial kami, sehingga masyarakat bisa langsung datang,” kata Hasudungan.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI membuka peluang pemberian subsidi atau tarif khusus bagi kelompok masyarakat tertentu, seperti pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) maupun penerima program bantuan sosial lainnya. Namun, skema tersebut masih akan dikaji karena layanan ini baru mulai beroperasi.

“Nanti akan ada subsidi untuk pemegang-pemegang Kartu Jakarta Pintar atau yang lain. Nah itu baru nanti kita akan pikirkan ke depannya. Jadi mudah-mudahan nanti semua lapisan masyarakat bisa menikmati,” ujarnya.

Menurut Hasudungan, evaluasi terhadap pelaksanaan layanan akan terus dilakukan sebagai dasar penyempurnaan program, baik dari sisi cakupan wilayah, jenis layanan, maupun skema pembiayaan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth mengapresiasi peluncuran Mobil Klinik Hewan Keliling. Menurutnya, kehadiran layanan tersebut menjadi langkah nyata menuju Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap hewan.

“Jakarta targetnya adalah menjadi kota ramah hewan. Dengan adanya klinik hewan yang mobile seperti ini menandakan target tersebut perlahan tercapai,” ujar Kenneth.

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu menilai, Pramono telah merealisasikan salah satu janji kampanyenya dengan memperluas akses pelayanan kesehatan hewan bagi masyarakat Jakarta.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk di bidang kesehatan hewan.

“Komitmen itu diwujudkan melalui penyediaan akses pelayanan kesehatan hewan yang diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat, baik bagi pemilik hewan peliharaan maupun masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan hewan di Ibu Kota. Realisasi program tersebut merupakan salah satu bentuk pemenuhan janji kampanye Pak Pramono Anung Wibowo untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif dan menjawab kebutuhan warga Jakarta,” bebernya.

Kent berharap kehadiran layanan kesehatan hewan yang lebih mudah diakses dapat mempercepat masyarakat memperoleh pelayanan medis yang berkualitas bagi hewan peliharaannya.

Ia menilai, program tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan hewan, tetapi juga mendukung perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengendalian penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Meski demikian, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu menilai, pengembangan layanan masih perlu terus dilakukan agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Saat ini, seluruh layanan pada Mobil Klinik Hewan Keliling masih dikenakan tarif sesuai ketentuan yang berlaku.

Kent menjelaskan, tarif tersebut mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah dan berlaku bagi seluruh masyarakat, termasuk pemilik hewan ber-KTP non-DKI Jakarta.

Meski demikian, ia berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan khusus agar beberapa jenis layanan dapat diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat kurang mampu atau dalam kondisi tertentu.

“Jadi kalau memang ada kejadian khusus atau pemilik hewan mungkin kurang mampu, ke depan akan ada pertimbangan khusus lah. Mungkin bisa digratiskan,” tutur Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII itu.

Selain mendorong adanya layanan gratis bagi kelompok tertentu, Kent juga berharap jumlah armada Mobil Klinik Hewan Keliling dapat ditambah sehingga jangkauan pelayanan semakin luas.

Ia juga berharap Pemprov DKI Jakarta dapat merealisasikan pembangunan klinik hewan permanen di setiap wilayah kota administrasi. Saat ini, Pemprov DKI Jakarta baru memiliki satu Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

“Jadi layanan Mobil Klinik Hewan Keliling ini kan baru ada lima unit yang ditempatkan di setiap kota madya. Nah harapan Pak Gubernur Pramono itu ada yang permanen juga. Jadi mudah-mudahan bisa terealisasi nanti. Dengan begitu, masyarakat Jakarta di setiap Kotamadya dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan hewan yang lebih mudah, cepat, dan berkelanjutan,” tutupnya.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi