Dudung Sebut Prabowo Tau Kasus YTR: Beliau Sangat Peduli, Berharap Tak Terulang Lagi
FORUM KEADILAN – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrachman mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian pada kasus penganiayaan dan penyekapan yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat. Menurut Dudung, Prabowo berharap supaya kasus serupa tidak terulang kembali pada masa mendatang.
“Pesan dari beliau tentu disesuaikan dengan prosedur hukum yang berlaku. Beliau sangat peduli terhadap kejadian ini dan berharap hal seperti ini tidak terulang lagi,” ungkap Dudung di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Kamis, 25/6/2026.
Pencegahan kekerasan, tegas Dudung, tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegah hukum, namun juga butuh kepekaan masyarakat. Dengan demikian, ia meminta warga supaya tidak ragu untuk melapor jika melihat ada situasi yang janggal di sekitarnya.
“Kemudian ada imbauan kepada masyarakat, apabila melihat hal-hal yang mencurigakan atau janggal, segera melaporkannya kepada aparat terkait sehingga tidak terjadi sesuatu di luar pengawasan,” jelas Dudung.
Dudung memandang bahwa kasus ini dapat menjadi pelajaran penting untuk semua pihak. Katanya, kepedulian sosial haruslah diperkuat supaya korban kekerasan bisa lebih cepat terdeteksi dan ditolong.
“Tentunya atas nama negara, kami turut prihatin atas kejadian ini. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar masyarakat semakin peduli apabila di lingkungannya ada hal-hal yang mencurigakan untuk segera dilaporkan,” ujar Dudung.
Di sisi lain, Dudung juga bertemu dengan keluarga korban saat kunjungan tersebut. Dudung memastikan negara hadir untuk korban supaya mendapatkan penanganan, baik dari sisi medis ataupun kelanjutan bantuan ke depannya.
“Malam ini saya hadir di Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk melihat secara langsung korban YTR. Tadi saya langsung melihat dan bertemu dengan keluarganya. Tentunya saya sampaikan bahwa negara hadir dan sangat peduli terhadap perawatan korban, bahkan hingga kelanjutannya,” jelas Dudung.
Walaupun begitu, Dudung tidak sempat berbicara secara langsung dengan korban lantaran ia tengah beristirahat ketika Dudung datang. Dudung hanya melihat kondisi YTR dari dekat dan menerima penjelasan dari keluarga.
“Kebetulan tadi korbannya sedang istirahat, jadi saya hanya melihat saja. Tidak ada komunikasi sama sekali,” tuturnya.
Dudung kembali memastikan bahwa pemerintah ikut mengawal penanganan korban. Dudung menyebut bahwa BPJS, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bakal terlibat membantu proses penanganan korban.
“Tadi juga saya mendapat laporan langsung dari Direktur Rumah Sakit Hasan Sadikin bahwa penganiayaan terhadap perempuan dan anak tidak di-cover BPJS. Saya langsung menelepon Direktur BPJS dan beliau langsung menyambut baik. BPJS juga akan membantu,” ungkap Dudung.
Dudung pun mengapresiasi Polda Jabar yang sudah menangkap Taufik Hidayat, pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR. Dudung menilai, respons cepat pihak kepolisian sangatlah penting dalam memberikan rasa keadilan kepada korban dan keluarga.
“Kemudian tentunya saya atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Jabar, yang begitu sigap menangkap pelaku,” tuturnya.
Dudung berharap YTR bisa segera pulih. Ia pun meminta kepada masyarakat untuk memberikan dukungan moral kepada YTR dan keluarganya di tengah proses pemulihan yang kini masih berjalan.
“Kita doakan semoga YTR segera disembuhkan. Kita juga berikan dorongan semangat kepada tenaga medis. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan ketabahan kepada YTR beserta keluarganya,” ucapnya.*
