Jumat, 15 Mei 2026
Menu

Menhub Absen Rapat Lapor Insiden Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, DPR Ungkap Kekecewaan

Redaksi
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem Mori Hanafi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13/5/2026 | YouTube TVR Parlemen
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem Mori Hanafi dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13/5/2026 | YouTube TVR Parlemen
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem Mori Hanafi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang tidak hadir dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI untuk memberikan penjelasan terkait kecelakaan Kereta Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Dalam rapat tersebut, Mori mempertanyakan alasan ketidakhadiran Menhub di tengah rentetan kecelakaan transportasi yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, kehadiran Menhub penting untuk memberikan penjelasan langsung kepada DPR mengenai penyebab insiden dan langkah evaluasi yang akan dilakukan pemerintah.

“Saya terus terang kecewa. Ini yang punya wewenang kan Menteri Perhubungan. Apalagi kemudian kalau tidak salah seminggu setelah itu ada kecelakaan lagi itu. Jadi kita belum bicara kecelakaan Kereta Argo Bromo dengan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, 16 orang meninggal. Terus Menhub tidak datang. Alasan yang pertama buat kami kurang masuk akal,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 13/5/2026.

Mori juga menyoroti lambannya penjelasan terkait penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Ia menilai, insiden tersebut seharusnya sudah dapat diidentifikasi penyebabnya oleh pihak terkait.

“Kecelakaan kereta di Bekasi itu, itu nggak pelik Pak. Sederhana itu Pak. Kok Bapak-Bapak bisa mengatakan belum bisa menyimpulkan apa sebabnya? Sudah berapa lama itu Pak? Jadi di sisi lain dibilang alasan kesehatan. Ini mana yang tepat alasan ini?” tegasnya.

Menurut Mori, alasan penyelidikan masih berlangsung tidak dapat dijadikan pembenaran untuk tidak memberikan penjelasan kepada publik dan DPR. Ia meyakini instansi lain terkait justru sebenarnya telah mengetahui faktor penyebab kecelakaan tersebut.

“Saya yakin kalau saya tanya sama Kepala Basarnas sekarang sudah tahu tuh Pak. Itu ada Kepala KNKT sudah tahu tuh apa sebabnya. Ini kalau alasan yang disampaikan adalah alasan karena masih dalam proses penyidikan, buat saya secara pribadi nggak masuk akal Pak,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari