TNI AD Buka Suara Usai Dikecam Aksi Pembubaran Nobar Film Pesta Babi
FORUM KEADILAN – TNI AD buka suara setelah dikecam terkait aksi pembubaran nonton bareng (nobar) film dokumenter ‘Pesta Babi’ di Ternate, Maluku Utara.
Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi menyinggung masalah perizinan dan isu SARA di balik pembubaran tersebut. Jani mengklaim sudah mengecek kegiatan yang melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate bersama sejumlah organisasi mahasiswa.
Acara nobar tersebut juga diklaimnya tidak memiliki perizinan.
“Selain aspek perizinan, aparat juga mencermati materi dan tema kegiatan yang dinilai sensitif bagi masyarakat. Penggunaan judul film dan spanduk bertuliskan ‘Pesta Babi‘ dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memancing reaksi negatif di tengah masyarakat yang majemuk, terlebih apabila dikaitkan dengan isu SARA maupun konflik sosial yang pernah terjadi sebelumnya,” jelas Jani, dikutip pada Selasa, 12/5/2026.
Ia mengklaim TNI tetap menghargai kebebasan berpendapat dan ruang diskusi bagi masyarakat, jurnalis, maupun mahasiswa. Walaupun demikian, Jani menegaskan bahwa keselamatan dan ketenangan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Kami ingin memastikan Ternate tetap aman dan nyaman bagi siapa saja. Oleh karena itu, kami melakukan pendekatan secara humanis kepada pihak penyelenggara. Kami mengimbau agar kegiatan ini tidak dilanjutkan demi mencegah isu SARA yang dapat merusak persaudaraan kita di Kota Rempah ini,” lanjut Jani.
Jani menegaskan bahwa TNI tidak melarang kegiatan diskusi selama dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan memiliki izin.
Ia menyebut materi yang disampaikan tidak boleh menimbulkan potensi konflik di tengah masyarakat.
“Hingga saat ini, aparat keamanan bersama unsur terkait masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak penyelenggara guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” bunyi keterangan yang dibagikan.
“Pendekatan yang dilakukan mengedepankan musyawarah, edukasi, dan langkah preventif demi menjaga stabilitas keamanan serta keharmonisan masyarakat di Kota Ternate,” sambungnya.
Sebagai informasi, kegiatan nobar yang disertai diskusi tersebut digelar oleh Society of Indonesian Environmental Journalist (SIEJ) Maluku Utara bersama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate di Pendopo Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, pada Jumat, 8/5/2026 pukul 20.00 WIT.
Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, mengatakan bahwa kehadiran aparat sejak awal kegiatan, termasuk tindakan mendokumentasikan panita dan peserta, sudah menciptakan rasa takut dan tekanan psikologis.
Ia menegaskan bahwa cara seperti ini lah yang mengingatkan publik pada praktik pembungkaman di masa lalu.
Yunita juga menilai alasan potensi konflik yang disampaikan aparat tidak langsung dijadikan dasar pembubaran kegiatan. Karena menurutnya, kegiatan ini berlangsung damai dan tidak mengandung unsur provokasi. *
