Kamis, 23 April 2026
Menu

Kepala BGN Dadan Buka Suara Terkait Isu MBG Butuh 19 Ribu Ekor Sapi

Redaksi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana | BPMI Setpres/Rusman
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana | BPMI Setpres/Rusman
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meluruskan isu kebutuhan hingga 19 ribu ekor sapi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menegaskan angka itu bukan kebutuhan riil harian, namun hanya simulasi perhitungan.

“Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi, kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,” jelas Dadan dalam keterangan resmi di Bekasi, Selasa, 21/4/2026.

Perhitungan, lanjutnya, dibuat dengan asumsi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG memasak menu berbahan dasar daging sapi secara bersamaan. Dalam praktiknya, kondisi tersebut tidak terjadi karena menu MBG bersifat variatif.

Dadan mengatakan kebutuhan daging sapi dalam satu kali proses memasak di satu SPPG dapat mencapai ratusan kilogram.

“Kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 kilogram, itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,” katanya.

Dadan menekankan bahwa menu dalam program MBG tidak hanya terdiri dari daging sapi, melainkan juga mencakup sumber protein lain seperti telur, ayam, dan ikan.

Ia mengatakan bahwa BGN tidak menerapkan kebijakan menu seragam secara nasional. Langkah tersebut diambil untuk menghindari lonjakan permintaan bahan pangan tertentu yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.

Pengalaman sebelumnya menjadi pertimbangan, salah satunya saat peringatan ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu. *