Selasa, 21 April 2026
Menu

Rayakan Usia ke-70, Jimly Harap Estafet Pemikiriannya Berlanjut

Redaksi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie dalam perayaan hari lahirnya yang ke-70 tahun di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 21/4/2026 | Instagram @mohmahfudmd
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie dalam perayaan hari lahirnya yang ke-70 tahun di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 21/4/2026 | Instagram @mohmahfudmd
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie merayakan hari lahirnya yang ke-70 tahun. Dirinya berharap agar ide dan pemikirannya dapat diteruskan oleh generasi mendatang.

“Ulang tahun biasanya mengenang tanggal, mengenang tempat, mengenang peristiwa, kali ini kita mengenang ide-ide. Mudah-mudahan kita bisa terus berkomunikasi, berkesinambungan, estafet perjuangan tentang ide-ide tanpa henti,” kata Jimly di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 21/4/2026.

Pendiri dari Jimly School of Law and Government (JSLG) ini juga mengucapkan rasa syukurnya di mana sejumlah kerabat dekatnya hadir dalam perayaan ulang tahun tersebut.

Adapun sejumlah kerabat yang hadir ialah, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra; mantan Ketua MK Mahfud MD; mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali dan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih.

Dalam sambutannya, ia juga mengungkapkan kondisi kesahatannya yang tidak stabil. Ia mengaku sudah beberapa kali dirujuk ke rumah sakit karena masalah jantung.

Bahkan, saat acara tersebut selesai, Jimly sempat dibawa keluar ruangan dengan menggunakan kursi roda.

“Syukur Alhamdulillah, saya baru keluar rumah sakit nih tadi malam, masih gemetaran. Alhamdulillah hari ini sudah bisa bersama Bapak Ibu sekalian untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur,” ujarnya.

Pada usianya yang ke-70, Jimly juga telah menerbitkan sebanyak 80 buku. Ia merasa bersyukur atas kesempatan dalam menuangkan ide-idenya.

“Alhamdulillah syukur alhamdulillah, mudah-mudahan ini berkah untuk saya mengingatkan untuk berbuat lebih banyak lagi,” kata Jimly.

Pada kesempatan terpisah, Menko Yusril mengapresiasi langkah Jimly yang tidak bergabung dalam partai politik manapun. Menurutnya, Jimly merupakan seorang negarawan.

“Pak Jimly diajak bikin parpol nggak mau, itu urusan kamu (Yusril) sajalah. Lalu tidak ada orang lebih pantas pimpin MK selain pak Jimly,” katanya.

Sementara mantan Ketua MK Mahfud MD juga mengenang jasa kepemimpinan Jimly saat menjadi ketua di MK.

“Ketika saya menjadi Ketua MK itu, MK sudah jadi. Pak Jimly yang membangun. Kalau tidak ada Pak Jimly mungkin tidak sehebat sekarang MK. Waktu itu Pak Jimly membangun luar biasa, lalu saya jadi gantinya tinggal meneruskan saja,” ucapnya.*

Laporan oleh: Syahrul Baihaqi