Senin, 16 Maret 2026
Menu

Kemenag akan Gelar Sidang Isbat 19 Maret, Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 20 Maret

Redaksi
Ilustrasi pemantauan hilal
Ilustrasi pemantauan hilal | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan 29 Ramadan 1447 Hijriah.

Sidang yang memutuskan penetapan waktu Idulfitri 1447 Hijriah akan digelar di Jakarta mulai pukul 16.00 WIB.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad menjelaskan bahwa berbeda dengan sidang isbat 1 Ramadan 1447 H yang digelar di Hotel Borobudur, Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Diketahui, persiapan sidang Isbat 1 Syawal 1447 H sudah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku, mencakup aspek substansi maupun dukungan teknis. Ia mengatakan bahwa sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, termasuk pakar astronomi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Planetarium, observatorium, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, hingga instansi terkait lainnya.

“Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik,” tuturnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa kesiapan teknis terus dimatangkan, termasuk koordinasi pemantauan rukyatulhilal di berbagai titik di Indonesia.

“Dari sisi teknis, kami telah menyiapkan dukungan sarana dan prasarana sidang, sistem pelaporan rukyat, serta koordinasi dengan titik-titik pemantauan hilal di seluruh Indonesia. Harapannya, proses sidang dapat berjalan tertib, akurat, dan informatif bagi masyarakat,” katanya.

Arsad juga turut mengimbau masyarakat agar dapat menunggu pengumuman resmi pemerintah usai seluruh rangkaian sidang selesai.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah pusat sudah menetapkan 1 Syawal 1147 H atau Lebaran Idulfitri 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan waktu lebaran tersebut dilakukan PP Muhammadiyah berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggak (KHGT), yang memastikan awal bulan baru tidak bergantung pada keterlihatan hilal secara fisik, berbeda dengan potensi metode pemerintah.

Penetapan 1 Syawal yang sudah ditetapkan tersebut didasarkan pada hasil hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Hal tersebut dimuat dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.

“Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,” demikian dikutip dari situs Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah juga sudah menetapkan waktu Iduladha 1447 Hijriah.

Untuk bulan Zulhijah, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin, 18/5. Dengan demikian, Hari Arafah (9 Zulhijah) akan bertepatan pada hari Selasa, 26/5, dan Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah) akan dirayakan pada hari Rabu, 27/5. *