Bahlil Angkat Suara Terkait Stok BBM Nasional
FORUM KEADILAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meminta kepada masyarakat tak perlu khawatir hingga panik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, pasokan BBM nasional dalam kondisi aman karena produksi dan distribusi terus berjalan. Namun, dirinya juga mengakui bahwa kapasitas tamping tangki timbun di dalam negeri memang terbatas.
Hal tersebut disampaikannya terkait kondisi Timur Tengah, terutama Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia terganggu buntut perang Iran vs Amerika Serikat-Israel.
“Dengan keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya,” ujarnya di tayangan Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, dikutip pada Kamis, 12/3/2026.
Ia menjelaskan angka stok BBM yang setara dengan 23 hari bukan berarti persediaan itu akan habis dalam waktu 23 hari. Angka tersebut hanya menggambarkan kapasitas stok yang tersimpan di tangki penyimpanan pada suatu waktu.
“Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya,” jelasnya.
Menurutnya, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari ada BBM yang didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara pada saat yang sama pasokan baru terus masuk, baik dari produksi kilang dalam negeri maupun dari impor.
Pasokan BBM, lanjutnya, tidak hanya bergantung pada satu sumber. Selain dipasok dari produksi kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, tak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Pasokan ini juga diambil dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sehingga situasinya aman dan tidak terkait langsung dengan kondisi di Selat Hormuz.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sebagai langkah jangka panjang, pemerintah akan meningkatkan kapasitas penyimpanan. Rencana tersebut mencakup pembangunan infrastruktur penyimpanan baru yang mampu menampung stok BBM untuk tiga bulan, sesuai standar nasional. *
