Kamis, 12 Maret 2026
Menu

Massa Gerakan Utara Bersatu Datangi Gedung Pelindo, Pertanyakan Kematian Ermanto Usman

Redaksi
Gerakan Utara Bersatu Peduli Ermanto Usman menggelar aksi di depan Gedung Pelindo, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 11/3/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Gerakan Utara Bersatu Peduli Ermanto Usman menggelar aksi di depan Gedung Pelindo, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 11/3/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Utara Bersatu Peduli Ermanto Usman menggelar aksi di depan Gedung Pelindo, Koja, Jakarta Utara, Rabu, 11/3/2026.

Massa tiba di lokasi sekitar pukul 16.51 WIB dengan melakukan pawai motor dari sejumlah titik di wilayah Jakarta Utara. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster yang menyoroti kematian pensiunan karyawan pelabuhan, Ermanto Usman.

Koordinator aksi Juharto Harianja mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian sekaligus tuntutan agar kasus kematian Ermanto diusut secara transparan.

“Kami datang untuk menyuarakan keprihatinan atas kematian Pak Ermanto Usman. Kami meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara terbuka dan tuntas, agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat,” kata Juharto dalam orasinya di lokasi.

Menurut dia, sejumlah warga menilai, kematian Ermanto tidak dapat dipandang sebagai peristiwa kriminal biasa. Terlebih, sebelumnya beredar informasi bahwa korban sempat mengungkap dugaan kasus korupsi di lingkungan pelabuhan.

Oleh karena itu, massa aksi mempertanyakan kesimpulan awal aparat Kepolisian yang menyebut peristiwa tersebut sebagai tindak perampokan dengan motif ekonomi.

“Kami menghormati proses hukum yang berjalan, tetapi publik juga berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan transparan. Jangan sampai ada kesan bahwa kematian beliau merupakan bagian dari sebuah desain untuk menutup kasus yang lebih besar,” ujar Juharto.

Dalam aksi tersebut, massa juga menuntut agar aparat penegak hukum mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Harapan kami kasus ini segera dituntaskan. Aktivis tidak boleh dibungkam, apalagi yang disuarakan adalah suara kebenaran,” tegasnya.

Aksi yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa itu ditutup dengan tabur bunga dan doa bersama untuk mengenang Ermanto Usman.*

Laporan oleh: Muhammad Reza