Rabu, 11 Maret 2026
Menu

IMF Peringatkan Risiko Minyak Naik 10 Persen Hingga Inflasi

Redaksi
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. | Ist
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, memperingatkan risiko inflasi global akibat konflik di Timur Tengah.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak sebesar 10 persen bila terus berlanjut hingga sebagian besar tahun ini, akan mengakibatkan peningkatan inflasi global sebesar 40 basis poin. Menurut Data OECD, inflasi global masih tercatat stabil di level 3,7 persen pada Desember 2025.

Georgieva juga memperkirakan konflik itu dapat menekan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1-0,2 persen.

“Kita melihat ketahanan diuji lagi oleh konflik baru di Timur Tengah,” ujar Georgieva, dalam simposium yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Jepang, Rabu, 12/3/2026.

“Saran saya kepada para pembuat kebijakan dalam lingkungan global baru ini adalah pikirkan hal yang tak terbayangkan dan persiapkan diri untuk itu,” sambungnya.

Ia menjelaskan IMF tengah menilai potensi dampak konflik itu terhadap negara-negara anggotanya usai fasilitas minyak dan gas utama terpengaruh dan lalu lintas melalui Selat Hormuz dilaporkan turun hingga 90 persen.

Georgieva yakin bila perang berakhir, akan ada guncangan lain yang terjadi. Ia pun mengaku selama masa jabatannya, sudah menyaksikan krisis besar seperti pandemi COVID-19 dan invasi Rusia ke Ukraina.

“Kita berada di dunia yang lebih rentan terhadap guncangan. Kita berada di dunia yang menghadapi ketidakpastian yang meningkat. Ini sekarang menjadi normal baru,” tuturnya.

“untuk memikirkan hal-hal yang tak terbayangkan dan bersiap,” imbuhnya.

Sebagai informasi, IMF memantau konflik di Timur Tengah dan akan memasukkan kesimpulannya dalam laporan World Economic Outlook yang akan terbit pada bulan April mendatang.

Pada bulan Januari, IMF sudah merevisi perkiraan pertumbuhan globalnya. IMF memproyeksikan ekspansi ekonomi global sebesar 3,3 persen untuk tahun 2026 dan 3,2 persen untuk tahun berikutnya. *