Menham Pigai Minta Polisi Usut Dugaan Teror terhadap Influencer
FORUM KEADILAN – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons maraknya dugaan teror yang dialami sejumlah influencer setelah mereka menyampaikan kritik terhadap penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra. Pigai menegaskan, setiap dugaan teror harus ditangani secara serius melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Terkait maraknya teror yang menimpa influencer, saya minta kepada aparat Kepolisian untuk mengusut secara tuntas agar diketahui apa motif dan siapa pelakunya,” kata Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 02/01/2026.
Pigai menyatakan apresiasinya terhadap siapa pun, termasuk influencer, yang menggunakan hak kebebasan berpendapat. Namun, ia mengingatkan bahwa dalam praktiknya, kritik kerap bergeser menjadi serangan terhadap kehormatan pribadi maupun institusi.
Di sisi lain, ia juga menilai, tidak tertutup kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan narasi tersebut dan menjadikan dirinya sebagai korban untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan pengikut, sekaligus memicu konflik kehormatan antarindividu.
Oleh karena itu, eks Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tersebut menekankan pentingnya kehati-hatian agar ruang demokrasi tidak disalahgunakan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Saat ini kita menikmati surplus demokrasi, yakni hak berpendapat atas pikiran dan perasaan yang dijamin tanpa adanya protokol lalu lintas. Dalam situasi ini, tidak mungkin institusi, apalagi negara, menghalangi kebebasan tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pigai mengingatkan para influencer agar tidak serta-merta membingkai pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan teror.
Apalagi, kata dia, hingga kini belum ada kepastian mengenai pelaku tanpa proses penyelidikan aparat penegak hukum. Ia menilai, kebebasan berpendapat sering kali disertai upaya penggiringan opini melalui penggunaan logika sesat atau logical fallacy, seperti serangan pribadi, manipulasi emosi, generalisasi berlebihan, hingga pengaburan hubungan sebab dan akibat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh pola-pola sesat pikir tersebut dan tetap bersikap rasional serta objektif dalam menilai informasi di media sosial,” ucapnya.
Terkait penanganan bencana di Aceh-Sumatra, Pigai menegaskan, pemerintah telah menunjukkan keseriusan melalui kerja nyata yang dilakukan secara sistematis, masif, dan terencana.
Ia menyebut, upaya pemerintah dilakukan melalui dua tahap utama, yakni tanggap darurat dan pembangunan infrastruktur, sebagai bagian dari proses pemulihan masyarakat terdampak.
“Semua orang tentu tahu dan telah menyaksikan bahwa hampir setiap minggu Presiden datang ke Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah influencer atau pemengaruh mendapat ancaman dan teror di rumah pribadi mereka. Mereka di antaranya ialah Ramon Dony Adam alias DJ Donny, Sherly Annavita, dan Chiki Fawzi.
Adapun DJ Donny telah melaporkan teror yang terjadi di rumahnya oleh orang tidak dikenal. DJ Donny mengatakan, teror itu sudah terjadi selama dua kali, yakni pada Senin, 29/12/2025 dan Rabu, 31/12, dini hari.*
Laporan oleh: Syahrul Baihaqi
