Nasihati Mahasiswa, Sahroni: Harus Pintar dan Punya Ijazah Itu Perlu, Tapi Jangan Ijazah Palsu
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memberikan nasihat kepada sejumlah mahasiswa dari Lembaga Kajian Keilmuan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LK2 FHUI) dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Dalam kesempatan tersebut, Sahroni mengingatkan para mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kepintaran yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga mampu berpikir cerdas dalam berbagai situasi.
“Kalian jangan cuma hanya pintar di universitas, pintar itu bisa di banyak tempat yang penting kalian punya akal. Tapi prinsip smart kita berpikir kapan pun dan di mana pun kalian harus punya itu,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26/10/2026.
Ia menegaskan, ijazah bukanlah satu-satunya tolok ukur kepintaran seseorang. Menurutnya, kemampuan berpikir secara cerdas juga menjadi hal penting yang harus dimiliki setiap individu.
Meski begitu, Sahroni menekankan bahwa ijazah tetap diperlukan sebagai bagian dari pendidikan formal. Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar tidak menggunakan ijazah palsu.
“Ijazah tidak jadi level utama, tetapi ijazah tetap perlu, jangan salah ya. Kan ada ijazah palsu. Ijazah perlu, tetapi jangan ijazah palsu,” ujarnya.
Sahroni mengimbau bahwa menjadi mahasiswa jangan hanya terlihat pintar melalui ijazah dengan nilai akademik yang bagus, tetapi buktikan juga kemampuan dan kecerdasan melalui tindakan nyata.
“Saya memberikan motivasi kepada teman-teman, bukan hanya sebatas pintar dalam ijazah, tapi smart dalam berpikir. Jangan sampai hanya pintar di ijazah, tapi tidak smart, dan jangan sampai ada ijazah palsu,” tuturnya.
Sementara itu, saat disinggung mengenai kasus dugaan ijazah palsu atau keabsahan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Sahroni menegaskan bahwa persoalan tersebut perlu mengikuti mekanisme yang berlaku.
“Kita ngikutin mekanisme saja, proses yang lainnya belum ada lagi,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
