MUI Minta Prabowo Berikan Perhatian Lebih Soal Karhutla
FORUM KEADILAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengucapkan keprihatinan mendalam atas bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mendalam di sejumlah wilayah di Indonesia.
Dalam Tausiyah MUI tentang Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Nomor Kep -112/DP-MUI/X/2026, pada Senin, 19/10/2026. MUI meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar dapat memberikan perhatian lebih besar.
“Karena karhutla saat ini sudah pada tingkat emergency maka kami menyampaikan saran kepada yang terhormat Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk memberikan perhatian yang lebih besar lagi hingga masalah karhutla ini benar-benar dapat teratasi,” tulis Tausiyah yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan tersebut.
Selain meminta agar Prabowo memberikan atensi lebih, MUI juga mengimbau seluruh jajaran Pemerintah Pusat dan Daerah, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga para relawan untuk terus bersinergi dan mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemadaman api.
Dari sisi penegakan hukum, MUI meminta agar aparat penegak hukum bertindak tegas, adil, dan tanpa pandang bulu terhadap pelaku pembakaran hutan.
Menurut MUI, apa yang dilakukan para pelaku sudah menimbulkan kerusakan dan mengancam kelangsungan hidup manusia yang bertentangan dengan prinsip agama.
“MUI (juga) mengimbau seluruh lapisan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan diri dan keluarga, antara lain dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta menghindari area yang berisiko tinggi.”
MUI juga mengajak seluruh umat Islam melaksanakan shalat sunah istiqa’ untuk meminta Allah SWT menurunkan hujan yang membawa berkah dan rahmat.
Terakhir, MUI mengajak seluruh umat Islam bertaubat, termasuk dalam perbuatan merusak alam dan lingkungan, hingga memohon perlindungan dari bahaya kabut asap dan bencana kekeringan.
Sebagai informasi, Indonesia tengah menghadapi bencana karhutla yang selama tiga bulan terakhir. Bencana yang mengakibatkan beragam dampak baik dari kesehatan, penerbangan, hingga kerugian ekonomi.
Diketahui, bencana karhutla telah menyebabkan 283.270 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak sejak 18 Agustus-13 Oktober 2026.
Karhutla juga berdampak pada 2.458 penerbangan berjadwal dalam negeri terhitung sejak 11 Agustus-17 Oktober 2026.*
