Usulan Kabinet Diisi Tokoh Non Partai, Golkar: Latar Belakang Sama Saja
FORUM KEADILAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Sarmuji, menanggapi usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada Presiden Prabowo Subianto agar merekrut tokoh nonpartai untuk mengisi jajaran Kabinet Merah Putih.
Sarmuji menegaskan, Partai Golkar menyerahkan sepenuhnya proses rekrutmen dan penentuan komposisi kabinet kepada Presiden Prabowo Subianto
“Gini ya, kalau urusan kabinet, sumbernya, proses rekrutmennya, distribusi ke kementeriannya seperti apa, itu kita serahkan saja kepada presiden, kita percayakan pada presiden, karena presiden adalah user-nya,” kata Sarmuji, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12/8/2026.
Menurutnya, latar belakang seseorang, baik berasal dari Partai politik maupun nonpartai, tidak menjadi jaminan terhadap profesionalitas dalam menjalankan tugas di pemerintahan.
“Urusan latar belakangnya itu sama saja. Latar belakang dia di politik atau di tempat lain itu sebenarnya sama saja. Di Partai politik juga tidak kurang orang yang memiliki profesionalisme,” ujarnya.
Sarmuji mengatakan, seseorang yang berasal dari luar Partai politik juga belum tentu otomatis memiliki tingkat profesionalitas yang lebih baik. Menurutnya, kesalahan dalam memilih figur dapat membuat pemerintahan tetap terjebak pada persoalan ketidakprofesionalan.
“Di tempat yang lain, kalau pilih memilihnya juga salah, itu juga bisa terjebak pada ketidakprofesionalan juga. Karena itu kami meyakini presiden akan memilih orang yang profesional,” lanjutnya.
Anggota Komisi VI DPR RI itu menegaskan Partai Golkar mempercayakan sepenuhnya kewenangan tersebut kepada Presiden Prabowo yang memiliki hak prerogatif dalam menentukan susunan kabinet.
“Apakah itu berlatar belakang Partai politik atau di luar Partai politik, tapi kami meyakini presiden akan memilih orang yang profesional dan itu kita serahkan pada presiden yang memiliki hak prerogatif itu,” katanya.
Ia juga menilai dikotomi antara tokoh politik dan nonpolitik tidak terlalu penting untuk dijadikan dasar dalam menentukan calon menteri.
“Jadi apalagi kalau dikotomi politik non-politik itu, itu menurut saya itu dikotomi yang enggak terlalu penting untuk dilihat,” jelasnya
Menurut Sarmuji, Presiden Prabowo tetap dapat memilih figur profesional meskipun berasal dari lingkungan Partai politik.
“Kalau memilih orang yang berlatar belakang politik sekalipun, kami meyakini Pak Presiden akan memilih juga kalangan profesional yang ada di Partai politik,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
