Selasa, 30 Juni 2026
Menu

Istana Ungkap Latsarmil Calon Manajer Kopdes- Koperasi Nelayan Merah Putih Tetap Berjalan

Redaksi
Peluncuran logo dan identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026. | Dok BPMI Setpres/Rusman
Peluncuran logo dan identitas visual peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026. | Dok BPMI Setpres/Rusman
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg), Juri Ardiantoro, menyatakan latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih tetap berjalan.

Juri menyampaikan bahwa di tengah meninggalnya lima peserta saat menjalani proses latsarmil.

Kelimanya meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang berbeda-beda, mulai dari terkena heat stroke, tuberculosis, hingga henti jantung.

“Secara umum tentu karena proses ini sudah berlangsung dan memang tenaga manajer untuk Koperasi Merah Putih juga harus segera bekerja, sehingga pelatihan tetap jalan terus. Tetapi masukkan dari berbagai pihak tentu diperhatikan,” ujar Juri di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 29/6/2026.

Juri mengatakan pemerintah senantiasa mengevaluasi secara berkala menyoal hal tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Pemerintah, lanjutnya, terbuka atas segala masukan yang disampaikan oleh masyarakat.

Diketahui, latsarmil belakangan tengah menuai sorotan buntut lima peserta meninggal dunia saat menjalani proses latsarmil di satuan pendidikan TNI. Kelima peserta meninggal dunia karena kondisi kesehatan yang berbeda-beda mulai dari terkena heat stroke, tuberkulosis, hingga henti jantung.

Kementerian Pertahanan juga sudah buka suara atas kasus ini. Kepala BPSDM Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan bahwa latsarmil digelar untuk menanamkan jiwa disiplin tinggi dan tangguh bekerja di bawah tekanan.

“Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujar Ketut di kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu, 27/6/2026.

Ketut menjelaskan para calon manajer KDKMP dan KNMP wajib mempunyai keterampilan tersebut karena nanti mereka akan mengelola perputaran uang rakyat melalui koperasi.

Selain itu, mengenai banyaknya kegiatan fisik dan pelatihan semi-militer dalam latsarmil, Ketut menyebut hal tersebut bukan untuk menjadikan pengelola koperasi menjadi prajurit.

Mengenai peserta yang meninggal kegiatan latsarmil, Ketut mengaku akan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Kemhan memastikan akan melakukan langkah pencegahan untuk memastikan materi pelatihan disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. *