Sabtu, 30 Mei 2026
Menu

Rupiah Tembus Rp17.900 per Dolar AS Saat Iduladha, BI Buka Suara

Redaksi
Ilustrasi nilai tukar rupiah. | ist
Ilustrasi nilai tukar rupiah. | ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Bank Indonesia (BI) buka suara mengenai tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.949 per dolar AS selama periode libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan bahwa tekanan terhadap rupiah dipengaruhi ketidakpastian global akibat dampak konflik di Timur Tengah, ditambah meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.

“Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat, 29/5/2026.

BI juga mencatat bahwa selain faktor global, adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman, antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas.

BI menegaskan bahwa akan tetap hadir di pasar untuk dapat menjaga  stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen intervensi.

“Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock,” kata Ramdan.

Komitmen itu dilakukan melalui optimalisasi intervensi pasar valas lewat transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.

BI juga memperkuat efektivitas kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang dinilai pro-market untuk menjaga daya Tarik aset keuangan domestik dan mendukung arus modal asing masuk ke Indonesia.

Dari sisi permintaan dolar AS, BI juga menetapkan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$25 ribu per pelaku per bulan yang berlaku mulai Juni 2026.

BI menambahkan pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai  tukar, termasuk memperketat pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi.

“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” pungkasnya. *