Kamis, 14 Mei 2026
Menu

Pemerintah Gandeng Puluhan Homeless Media, Bakom Sebut Folkative hingga Dagelan 

Redaksi
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 6/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu, 6/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mengungkapkan langkah terbaru pemerintah yang resmi menggandeng puluhan homeless media dalam sebuah kolaborasi bernama New Media Forum.

Menurut Qodari, New Media Forum tersebut dibentuk untuk penyebaran informasi yang lebih menjangkau masyarakat melalui kanal digital yang semakin berkembang pesat.

Puluhan media homeless tersebut, diantaranya, Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Narasi, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, GNFI, Creativox, Taubaters, Pandemic Talks, Folix, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan Mature Indonesia.

“New media mencerminkan upaya pemerintah untuk tidak hanya bergantung pada media konvensional, tetapi juga merangkul platform digital yang memiliki jangkauan audiens sangat luas,” katanya, di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu, 6/5/2026.

Qodari mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait standar dan kualitas pemberitaan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara new media, media konvensional, serta lembaga seperti Dewan Pers.

“New media ini harus dirangkul agar kualitas dan standarnya meningkat. Kalau dijauhi, justru akan sulit membangun komunikasi. Dengan silaturahmi, masukan dan saran bisa tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan prinsip jurnalistik seperti cover both side. Qodari menyebut, pihaknya tengah berdiskusi dengan pelaku new media untuk mencari metode yang relevan, termasuk kemungkinan penerapan mekanisme verifikasi informasi yang sesuai dengan karakter platform digital.

Ia juga mengatakan, new media memiliki perbedaan mendasar dengan media sosial biasa. Beberapa platform yang tergabung dalam forum tersebut telah memiliki struktur kelembagaan yang jelas, seperti perusahaan, redaksi, dan alamat operasional.

“Ini yang membedakan dengan media sosial biasa yang cenderung anonim dan tidak memiliki lembaga. New media sudah lebih terstruktur,” jelasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari