Jumat, 15 Mei 2026
Menu

Pihak Taksi Green SM Diperiksa Polisi Hari Ini Terkait Tabrakan KA di Bekasi

Redaksi
Taksi Green SM di perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat | Ist
Taksi Green SM di perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Polda Metro Jaya bakal memeriksa pihak taksi Green SM pada hari ini, Selasa, 5/5/2026. Pemeriksaan dilakukan terkait insiden tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

“Saksi yang akan diperiksa Selasa, 5 Mei 2026, saksi dari PT Vinfast Auto,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada media, Selasa, 5/5.

Sementara itu, Budi mengungkapkan bahwa sopir taksi Green SM yang terlibat dalam insiden bernama Richard Rudolf Passelima bakal diperiksa pada Kamis, 7/5. Pemeriksaan nantinya dilakukan di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

“Pemeriksaan lanjutan terhadap Richard Rudolf Passelima, selaku pengemudi taksi Green SM, bersama Pusat Laboratorium Forensik,” ujar Budi.

Sebanyak 36 saksi sudah diperiksa oleh Polda Metro Jaya hingga saat ini terkait dengan insiden tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Mereka yang diperiksa mulai dari saksi pelapor, korban, saksi di lokasi kejadian, sopir dan pihak operasional taksi, pihak operasional perkeretaapian, hingga saksi dari sejumlah instansi di Kota Bekasi.

Adapun kasus ini telah naik ke tahap penyidikan, usai unsur pidana telah ditemukan dalam gelar perkara. Kepolisian sampai saat ini masih melakukan serangkaian pendalaman.

Sebelumnya, perusahaan taksi Green SM Indonesia merespons terkait unit kendaraannya yang diduga menjadi penyebab insiden kecelakaan kereta di wilayah Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27/4malam.

Pernyataan ini disampaikan melalui Instagram @id.greensm. Perusahaan tersebut menyampaikan rasa prihatin terhadap insiden yang terjadi.

“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” tulis Green SM Indonesia.

Perusahaan juga menyatakan akan berkomitmen menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan.

“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” kata Green SM Indonesia.

“Kami akan terus memberikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi,” lanjutnya.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden bermula saat rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Tetapi, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Akibat insiden tersebut, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia. Sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.*