Kamis, 30 April 2026
Menu

Polri Bakal Siagakan Personel Jaga Perlintasan KA hingga Pemasangan ETLE

Redaksi
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri akan mengerahkan personel untuk menjaga perlintasan kereta api secara sementara, sebelum pembangunan underpass atau flyover direalisasikan pemerintah.

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan di titik-titik perlintasan sebidang yang dinilai rawan.

“Iya, tentunya dari Kepolisian nanti akan melakukan mapping. Yang headway-nya tinggi, kemudian lalu lintasnya juga tinggi, baik penggunaan dari masyarakat dan sebagainya, kita akan lakukan upaya penjagaan dulu sementara,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 30/4/2026.

Ia menjelaskan, penjagaan akan dilakukan dengan melibatkan personel di tingkat kewilayahan, termasuk jajaran Polsek. Korlantas akan berkolaborasi dengan para Kapolsek serta memanfaatkan anggota Bhabinkamtibmas dan personel lainnya untuk mengamankan perlintasan, terutama pada jam-jam rawan.

“Nanti akan kita kolaborasi dengan teman-teman Kapolsek, karena mereka ada di wilayah masing-masing. Kita manfaatkan anggota Bhabinkamtibmas dan personel yang ada untuk membantu pada saat jam-jam rawan. Nanti akan kita backup,” ujarnya.

Faizal menuturkan, setiap perlintasan sementara akan dijaga oleh satu hingga dua personel dengan skema kolaboratif, mengingat keterbatasan jumlah anggota di lapangan. Oleh karena itu, penerapan prioritas selektif akan dilakukan untuk menentukan lokasi penjagaan.

“Kita prioritaskan secara selective priority, yang berpotensi fatal atau bisa terjadi kecelakaan, kita tempatkan di situ,” tegasnya.

Selain penempatan personel, Polri juga akan memperkuat pengawasan dengan pemasangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di sejumlah titik yang berpotensi terjadi pelanggaran lalu lintas.

“Termasuk nanti akan kita pasang beberapa ETLE di tempat-tempat yang memang rawan pelanggaran, karena ini biasanya diawali dengan pelanggaran,” ungkapnya.

Meski begitu, ia memastikan keterbatasan personel tidak akan mengurangi efektivitas pengawasan. Sistem ETLE akan tetap dioptimalkan untuk memantau dan merekam pelanggaran tanpa kehadiran petugas secara langsung.

“Kalau kita terbatas dengan personel, kita masih ada ETLE. Tanpa harus ada petugas, ETLE bisa merekam dan itu akan kita evaluasi,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari