Rabu, 22 April 2026
Menu

Ketua Golkar Maluku Tenggara Nus Kei Tewas, Dendam Jadi Motif Penikaman

Redaksi
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59) | Ist
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59) | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Dua pria berinisial HR (28) dan FU (36) ditangkap polisi sebagai terduga pelaku penikaman Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei (59).

Proses penangkapan dilakukan sekitar dua jam usai insiden pembunuhan itu terjadi dengan dipimpin oleh Kapolres AKBP Rian Suhendi.

Salah satu yang menjadi terduga pelaku diketahui berlatar belakang atlet tarung bebas atau Mixed Martial Arts (MMA).

“Dua jam pasca kejadian berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, keduanya berinisial HR dan FU,” ungkap Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi, Minggu, 19/4/2026.

Rosita mengungkapkan bahwa dua terduga pelaku, HR dan FU, langsung diboyong ke Polres Maluku Tenggara untuk dimintai keterangan.

Adapun peristiwa ini berawal pada saat Nus Kei baru mendarat di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu, 19/4 setelah perjalanannya dari Bandara Pattimura, Ambon dengan maskapai Lion Air JT880 sekitar pukul 10.45.

Kemudian, saat Nus Kei tiba di lokasi, dirinya dijemput oleh keluarga dan sempat berbicara sebentar di pintu keluar bandara. Namun, beberapa waktu berselang, pria bermasker dengan jaket merahnya tiba-tiba mendekat. Ia kemudian langsung menikam Nus Kei yang membuatnya terluka, tetapi sempat berupaya berjalan menuju ruang tunggu bandara demi menyelamatkan diri.

Akan tetapi, Nus Kei akhirnya terjatuh karena mengalami pendarahan. Petugas bandara di lokasi yang mengetahui hal ini langsung segera memberikan pertolongan.

Pada saat yang sama, kakak korban sempat berusaha untuk mengejar pelaku penikaman tersebut. Namun sayangnya, pelaku bisa lolos usai sempat memberikan perlawanan.

Pihak keluarga kemudian bergegas membawa Nus Kei ke rumah sakit sekitar pukul 11.10 WIT setelah melihat kondisinya terus menurun. Walaupun akhirnya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan meski sudah sempat mendapatkan penanganan medis.

Nus Kei dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.44 WIT akibat pendarahan parah dan kerusakan organ vital. Dinyatakan, Nus Kei mengalami empat luka tusukan di bagian dada kanan dan kiri, leher kiri, serta tulang belakang.

Kemudian, Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menyatakan bahwa terduga pelaku yang berinisial HR adalah seorang atlet tarung bebas MMA. Sementara itu, pelaku berinisial FU adalah masyarakat biasa.

“Kalau dilihat sepertinya (pelaku HR adalah) atlet (tarung bebas),” kata dia kepada wartawan.

Selain itu, Rian juga menjelaskan terkait motif penikaman terhadap korban, yaitu keduanya mengaku memiliki dendam.

“Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu,” kata Kapolres Maluku Tenggara Rian Sehendi kepada media, Minggu.

Walaupun demikian, dirinya tidak menjelaskan lebih rinci tentang dendam seperti apa dimiliki kedua pelaku terhadap Nus Kei. Ia hanya mengungkapkan bahwa dendam itu ada ketika pelaku dan korban sama-sama berada di Jakarta.

“Permasalahan sebelumnya antara pelaku dengan korban ini dulu di Jakarta,” tutur dia.*