Selasa, 20 Januari 2026
Menu

Golkar Minta Publik Bijak Sikapi Data Listrik Ala Bahlil di Lokasi Bencana

Redaksi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat, 12/12/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat, 12/12/2025 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham angkat bicara menanggapi adanya protes dari korban bencana alam Sumatra-Aceh yang menuding Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia telah memberikan data tidak benar atau bahkan ‘prank’ kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi listrik di wilayah terdampak.

Idrus menegaskan, segala penilaian terhadap upaya pemerintah harus dilakukan dengan niat yang tulus dan cara pandang yang tepat sesuai kondisi di lapangan. Ia menekankan bahwa situasi bencana bukanlah kondisi normal sehingga tidak bisa dinilai dengan standar keadaan biasa.

“Pertama, di dalam merespons sesuatu itu kita harus dengan niat yang tulus. Dan cara pandang kita harus sinkron antara situasi normal dan tidak normal. Bencana yang terjadi di Sumatra, di Aceh, kemudian Sumatra Utara, Sumatra Barat, saat terjadi bencana itu adalah situasinya tidak normal,” katanya, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat, 12/12/2025.

Oleh karena itu, menurutnya, publik tidak bisa memaksakan penilaian menggunakan perspektif keadaan normal. Idrus menegaskan, Bahlil berada langsung di lokasi bencana untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, termasuk soal ketersediaan listrik.

“Pak Bahlil betul-betul berada di lokasi. Memantau semua itu dalam rangka menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat, termasuk listrik. Dia telah mengerahkan seluruh jajarannya, baik yang ada di departemen maupun yang secara teknis bertanggung jawab seperti PLN, Pertamina, dan lainnya,” jelasnya.

Ia menuturkan, dalam kondisi tidak normal, langkah yang diambil pemerintah juga tidak bisa bersifat normal. Idrus menilai, kehadiran dan tindakan cepat Bahlil merupakan bentuk tanggung jawab baik sebagai menteri.

“Niat baik yang telah dilakukan dan dibuktikan dengan nyata kehadiran Pak Bahlil di lapangan sebagai rasa tanggung jawab, maka beliau juga mengambil langkah-langkah tidak normal. Itu baru sinkron apabila situasinya tidak normal, kita juga melihat dengan kacamata tidak normal,” katanya.

Idrus pun mengimbau semua pihak untuk menunjukkan kesabaran dan tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu di tengah situasi yang penuh keterbatasan tersebut.

“Nah ini saya kira ini oleh karena itu kita minta kepada kita semuanya, adanya kesabaran,” tutupnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari