Selasa, 12 Mei 2026
Menu

DPR Ingatkan Pentingnya Batasan dan Pengawasan Homeless Media Agar Tak Jadi Buzzer

Redaksi
Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 12/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 12/5/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cucun Ahmad Syamsurijal merespons kontroversi terkait pernyataan Badan Komunikasi (Bakom) RI yang mengklaim berkolaborasi dengan puluhan homeless media demi mempercepat penyebarluasan informasi kepada publik.

Cucun mengingatkan pentingnya batasan dan pengawasan terhadap aktivitas homeless media agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu untuk kepentingan tertentu.

“Ini kan penting ada batasan untuk para pegiat homeless media. Kemudian juga jangan sampai, kadang-kadang ini tumbuh subur dijadikan satu alat oleh sekelompok orang yang menginginkan untuk homeless media ini menjadi bahkan lebih menjurusnya menjadi buzzer atau menjadi alat speaker-nya,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 12/5/2026.

Ia menegaskan, homeless media tetap harus mematuhi aturan dan kode etik jurnalistik sebagaimana media pada umumnya. Menurutnya, penyampaian informasi kepada publik tidak boleh dilakukan tanpa proses verifikasi yang jelas.

“Homeless media ini tetap tidak lepas daripada aturan kode etik jurnalistiknya. Harus memang ada batasan juga, tidak keinginan untuk menyampaikan ke publik tanpa verifikasi dari sumber atau dari kejadian yang pada saat itu,” ujarnya.

Meski begitu, Cucun mengapresiasi keterbukaan dan kreativitas yang ditunjukkan para pegiat homeless media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Nah, tapi kita senang bagaimana keterbukaan, kemudian juga kreativitas yang dibikin oleh para homeless media ini. Yang pasti tetap harus mengikuti juga tata aturan kode etik jurnalistik yang ada di negara kita,” tutupnya.

Diketahui, 39 homeless media tersebut di antaranya, Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusikgram, Infipop, Narasi, Muslim Folks, USS Feeds, Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Cretivox, Kok Bisa, Taubatters, Pandemic Talks, Kawan Hawa, Volix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good Stats,.Hai Dudu, Proud Project, Vibiz, Unframed, Kumpul Leaders, CXO Media, The Maple Media, How to be Nothing, Everest Media, Geometry Media, Folks Daily, Dream, Melodi Alam, NKSTHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, Notch Plus, serta Mature Indonesia.

Namun, beberapa di antaranya seperti Folkative hingga Narasi menyatakan tidak terlibat kerja sama apa pun dengan Bakom RI.*

Laporan oleh: Novia Suhari