Menag Klaim Program Bimbingan Pra Nikah Tekan Angka Perkawinan Anak Hingga 52 Persen
FORUM KEADILAN – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan, program bimbingan pra nikah bagi remaja yang dijalankan oleh Kementerian Agama (Kemenag) berhasil menekan angka perkawinan anak di Indonesia.
“Bimbingan pra nikah bagi remaja merupakan langkah strategis dalam pencegahan perkawinan anak. Program ini menyasar kelompok usia 15–19 tahun melalui kegiatan edukatif berbasis nilai-nilai Islam di sekolah dan pesantren,” katanya dalam Raker dengan Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11/11/2025.
Nasaruddin menjelaskan, hingga akhir tahun 2025, tercatat sebanyak 64.773 remaja telah mengikuti program tersebut. Berdasarkan data Kemenag, pada tahun 2022 terdapat 8.804 pasangan di bawah usia 19 tahun yang menikah.
Angka itu menurun menjadi 5.489 pasangan pada tahun 2023, dan kembali menurun menjadi 4.150 pasangan pada tahun 2024. Dengan tren penurunan sebesar lebih dari 52 persen dalam dua tahun terakhir, Kemenag memproyeksikan angka perkawinan anak dapat turun hingga 70–75 persen pada akhir 2025.
“Data ini menunjukkan bahwa program bimbingan remaja terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan generasi muda sebelum memasuki jenjang pernikahan,” ujarnya.
Selain itu, Kemenag juga menjalankan Gerakan Nasional Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah). Program ini bertujuan memperkuat kesadaran hukum masyarakat agar melakukan pencatatan pernikahan secara resmi di Kantor Urusan Agama (KUA).
Sejak diluncurkan hingga Oktober 2025, GAS Nikah telah dilaksanakan di 14 provinsi dan mencatat lebih dari 1,2 juta peristiwa pernikahan baru secara resmi. Gerakan ini juga berdampak signifikan terhadap peningkatan angka pernikahan tercatat dan penurunan tren depresiasi pernikahan nasional.
“Sebelumnya, angka pernikahan menurun rata-rata lima persen per tahun. Namun berkat GAS Nikah, penurunan itu kini hanya dua persen per tahun. Bahkan, angka perkawinan tercatat melalui isbat nikah meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
