PPATK Ungkap Uang Judi Online Mengalir ke-20 Negara

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam konferensi pers PPAT, Kamis, 28/12/2022. | Ist

FORUM KEADILAN – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa aliran uang terkait judi online (judol) terdeteksi mengalir ke-20 negara. Total uang yang mengalir mencapai triliunan.

“Ada 20 negara saat ini terdeteksi yang bernilai triliunan,” ujar Kepala PPATK Ivan Yustiavandana kepada wartawan, Selasa, 18/6/2024.

Bacaan Lainnya

Ivan menjelaskan bahwa aliran uang terkait judi online terbanyak di negara ASEAN. Pada saat ini, pihaknya telah memblokir ribuan rekening terkait judi online yang mengalir ke luar negeri.

“(Terbanyak) ASEAN. Ada ribuan rekening (yang sudah diblokir),” ujar Ivan.

Sebelumnya, PPATK mengungkapkan sebanyak 3,2 juta warga Indonesia teridentifikasi bermain judi online. Pemain judi online tersebut juga ada pelajar hingga ibu rumah tangga.

“Sampai saat ini sudah ada 5.000 rekening yang kita blokir ya, dan dari 3,2 juta yang kita identifikasi pemain judi online yang ada itu, rata-rata mereka bermain di atas Rp 100 ribu, hampir 80 persen dari 3,2 juta pemain yang teridentifikasi itu (bermain di atas Rp 100 ribu),” ujar Koordinator Humas PPATK Natsir Kongah dalam diskusi daring bertajuk Sabtu, 15/6/2024.

Natsir menyebut beberapa pemain yang teridentifikasi bermain judi online adalah ibu rumah tangga dan ia mengaku khawatir apabila seorang ibu rumah tangga bermain judi online.

Ia mengatakan PPATK mempunyai cara sendiri untuk mendeteksi rekening untuk berkaitan dengan judi online dan bahkan PPATK mengetahui mekanisme perputaran uang judi online.

“Bagaimana kita tahu, memang mekanismenya kita sudah tahu bagaimana pelaku dikirim ke bandar kecil, dari bandar kecil dikirim ke bandar besar, dan sebagian bandar besar yang dikelolakan di luar negeri banyak juga ternyata uang dari judi online itu dilarikan ke luar negeri, dan nilainya itu di atas Rp 5 triliun lebih, jadi seperti itu kita lakukan identifikasi,” jelasnya.*