KPK Tegaskan Pemeriksaan Hasto di Kasus Harun Masiku Tak Tiba-tiba

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat meninggalkan gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta Selatan, Senin, 10/6/2024 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat meninggalkan gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta Selatan, Senin, 10/6/2024 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto telah diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap dengan tersangka eks caleg PDIP Harun Masiku.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa pemeriksaan Hasto tidak dilakukan secara tiba-tiba.

Bacaan Lainnya

“KPK fokus pada proses penegakan hukum oleh karena itu pemeriksaan ini juga tadi kami sampaikan bukan sesuatu yang tiba-tiba, tapi juga dilatari dari pemeriksaan tiga saksi sebelumnya,” ujar Tim Jubir KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Rabu, 12/6/2024.

Tiga saksi tersebut adalah dua mahasiswa bernama Hugo Ganda, Melita De Grave dan seorang advokat bernama Simon Petrus. Ketiga sudah diperiksa oleh penyidik KPK pada akhir bulan lalu.

Dalam pemeriksaan ini, penyidik KPK mengusut informasi keberadaan Harun Masiku. Lalu, KPK menggali mengenai adanya dugaan pihak yang menyembunyikan Harun.

Budi menjelaskan pemeriksaan Hasto pada Senin, 10/6/2024 lalu dilakukan untuk menindaklanjuti kesaksian tiga saksi yang sudah diperiksa penyidik sebelumnya.

“KPK fokus pada proses penegakan hukum oleh karena itu pemeriksaan ini juga tadi kami sampaikan bukan sesuatu yang tiba-tiba, tapi juga dilatari dari pemeriksaan tiga saksi sebelumnya,” ujar Tim Jubir KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Rabu, 12/6/2024.

Hasto sudah diperiksa selama 4 jam di gedung KPK pada Senin, 10/6/204. Hasto mengaku kalau dirinya hanya bertemu dengan penyidik selama 90 menit di ruang pemeriksaan dan sisanya ditinggal sendirian hingga kedinginan.

Dalam pemeriksaan ini, penyidik KPK juga menyita ponsel dan buku catatan milik Hasto. Tim pengacara Hasto kemudian melaporkan penyitaan ini kepada Dewas KPK.*