Polisi Pastikan Kasus Dugaan Pemerasan Firli Bahuri Masih Berlangsung

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak saat memberikan keterangan ke media di kawasan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11/6/2024 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak saat memberikan keterangan ke media di kawasan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11/6/2024 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan bahwa sampai saat ini proses penyidikan terhadap mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (FB), yang menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan, masih berlangsung.

Ade mengatakan, pihaknya akan menjamin proses penyidikan tersebut berjalan secara profesional, tanpa adanya tekanan dan intervensi dalam penanganan perkara tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tersangka FB sampai saat ini proses penyidikannya masih terus berlangsung. Proses penyidikannya masih terus berlangsung dan kami menjamin bahwa proses penyidikan berjalan secara profesional, transparan, akuntabel tanpa adanya tekanan gangguan ataupun intervensi dari penyidikan,” katanya kepada media di kawasan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 11/6/2024

Ade mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah membangun koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam penanganan perkara tersebut.

“Jadi koordinasi efektif terus kita lakukan dengan JPU dalam penanganan perkara a quo,” tuturnya.

Bahkan, Ade menuturkan, koordinasinya dengan pihak JPU di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta Pusat dilakukan guna melengkapi petunjuk P19 maupun petunjuk lainnya.

“JPU pada kantor Kejati Jakarta untuk melengkapi petunjuk P19 atau petunjuk lainnya dari hasil koordinasi dengan jaksa penuntut umum,” imbuhnya.

Ade menegaskan bahwa Firli tidak akan kabur dari proses penyidikan yang dilakukan kepolisian.

“Tidak (kabur)” pungkasnya.

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan, penyidik kembali memeriksa mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kasus yang berkaitan.

Bahkan, Ade menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap Mohd. Kasti dan Mohd. Hata pada 4/6 lalu. Hal tersebut berkaitan dengan permintaan keterangan tambahan.

“Dalam penanganan yang sering kita lakukan saat ini, kalau untuk saksi SYL, Mohd. Kasti maupun Mohd. Hata, sudah kita lakukan pemeriksaan pada sekitar tanggal 4 Juni yang lalu terkait dengan permintaan keterangan tambahan dari hasil koordinasi dengan JPU,” tandasnya.

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan Firli Bahuri sebagai tersangka pada Rabu, 22/11/2023. Ia ditetapkan sebagai terkait dugaan tindak pemerasan terhadap SYL saat menangani kasus di Kementerian Pertanian.

Mantan ketua KPK itu diduga telah melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 12 e dan atau Pasal 12B dan atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor Juncto Pasal 65 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup.*

Laporan Ari Kurniansyah